Tampilkan postingan dengan label Cinta itu Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta itu Indah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Surat Cinta untuk Ummi

Ibu, saat semua orang tak mempercayai diriku

kau yang pertama kali meyakinkan diriku bahwa kubisa


Saat kuterpuruk dengan kesalahan dan kegagalan

kau yang selalu menyemangati dan memotivasi diriku


Umi,

Saat kuterbaring lemas dalam kesakitan

kau yang mengobati dan menjagaku siang malam


Saat ku kedinginan dan ketakutan dalam gelapnya malam

kau yang menyelimutiku dengan belaian sayangmu

lalu kau bercerita indah sampai ku tertidur di pangkuanmu


Kini,

Saat kuberanjak dewasa

berapa sering kutolak permintaanmu

walau hanya sekadar membelikan sesuatu di warung

walau hanya sekedar memijit kakimu yang lelah seharian dengan pekerjaan rumah yang tiada habisnya


Saat kuberikan beberapa rupiah untukmu

serasa berjasa dan sudah menjadi anak soleh

padahal 23 tahun lamanya kau beriku makan

kau beriku pakaian, kau antarku sekolah, bahkan tak lupa kau beriku mainan


Sahabatku,

Berapa sering ayah dan ibu memberi hadiah saat kita milad dan mendapatkan prestasi,

namun sudah berapa kali kita memberi hadiah pada ibu?

Bahkan pada moment bahagianya, masih ingatkah kita?

Untuk hanya sekadar mengucapkan selamat dan melantunkan do'a-do'a cinta

Untuk sekadar mencium tangannya yang mulai keriput, atau bersimpuh di kakinya yang suci


Sahabat,

Berapa usia ibu kita?

Kapan kita mau menghajikannya?

Kapan kita mau membuatkan rumah yang layak untuknya?

Kapan kita mau jadi anak soleh yang senantiasa mendoakannya?


Jangan sampai kita menyesal,

saat semuanya kita miliki

tak ada ibu yang bisa mengecap kesuksesan dan keberhasilan dirimu


ah..

Ibu yang ikhlas itu tidak menuntut apa-apa

hanya ingin kita jadi anak soleh yang mendoakan dirinya


di hari Ibu yang indah ini,

mari peluk ibumu, doakan ia

yang jauh, teleponlah ibumu

mohonkan maaf dan doakan dirinya

yang telah berjasa membuatmu hadir di dunia dan seperti yang hari ini


Selamat hari Ibu,

Spesial Untuk Ummiku, Siti Saadiah, Terimakasih Ummi, kau sangatlah istimewa

Untuk istriku, Ina Agustina. Aku bahagia karena kau kan jadi seorang Ummi

juga

Untuk semua Ibu, Umi, Bunda di dunia

Untuk semua wanita yang kelak menjadi ibu

I love You Mom, cause Allah

Kamis, 15 Desember 2011

Surat Cinta untuk Belahan Jiwa

Kau belum pernah hadir dalam sketsa mimpiku
Namun kau sudah tercatat sebagai belahan jiwaku
jauh sebelum kita terlahir ke dunia
Aku tak mengenalmu
Begitu juga kau yang belum tentu mengenalku
Namun aku percaya, kau titipan Tuhan untukku.

Kelebihanmu, mendecak kekaguman dalam hati
memaksaku tuk melafadzkan tahmid cinta
kekuranganmu, cermin bagiku
yang membuatku sadar, kita hanyalah manusia biasa
yang punya salah dan alpa

Aku tak memilihmu, namun Allah yang pilihkan dirimu untukku
Maka, mari kita sinergikan potensi, lejitkan semangat
dan ciptakan karya-karya bersama
Hingga saatnya kelak..
Lahirkan generasi robbani yang cinta Al-Quran
kita berjuang tuk membina generasi pembaharu
yang nafasnya dzikir, lafadznya quran, akhlaqnya Rasulullah
tidurnya ibadah, hidupnya ma'rifat, matinya syahid

Tulang rusukku,
Saat Mitsaaqon Ghalida itu terucap
Bantu aku menjadi imam yang adil dan penuh cinta kasih
untuk bahtera yang kita kembangkan
untuk ikatan yang kita jalin
Semoga keberkahan pada awal dan prosesnya
begitu juga keberkahan pada penghujungnya

Kuingin bersamamu hingga akhir waktu,
sampai kita dipersatukan kembali di jannahNya
dalam lautan cinta abadi yang hakiki
di akhirat nanti...

Setulus hati,
dari belahan jiwamu

The Miracle of "Action"

"Assalamualaikum, Mas Furqon, saya Andri dari keperawatan Unair
Saya ucapkan terima kasih bgt buat mas yg sudah memberikan inspirasi buat saya.. 
insyaAllah mulai hari ini saya akan belajar mandiri, dan alhamdulillah hari ini td saya sudah mendapatkan siswa yg akan saya les privat..
Minta doanya ya Mas.. Bismillah saya bisa"

"Assalamualaikum mkasih ka wat motivasi yang kemarin di uniar
sekarang sy dengan teman saya mau jualan acesoris di kampus ma di pasar minggu
mhon doanya dan bimbingannya"
ela_peserta bedah buku kemari di UNAIR

Subhanallah, bahagia sekali membaca 2 dari banyak sms yang masuk mengenai aksi yang dilakukan setelah mengikuti training "Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses". Sahabatku, banyak pertanyaan di seputar training, bagaimana sih biar motivasi saat training gak cepet hilang? saat training sih smangat, 1 bulan kemudian kendor lagi semangatnya.
Atau ada yang sering ikut seminar kewirausahaan, tapi kok nggak berani-berani juga jadi seorang pengusaha walaupun kecil-kecilan?

Alasannya hanya satu, "Kemauan kita untuk MENUNDA lebih kuat dibandingkan kemauan untuk ACTION".
Subuh tadi ditegaskan lagi oleh Ust. Yusuf Mansyur, bayangkan saat adzan berkumandang, panggilan dari Rabb semesta alam yang menguasai semua hajat dan kehidupan kita, masih sempet-sempetnya kita menunda. Masa ada bawahan bilang, "Tunggu dulu" ke majikannya, mana ada Kapolda yang nungguin Kapolres, yang ada sebaliknya. Tapi kenapa giliran sholat, kita melalaikan, bahkan Allah diminta nungguin kita?

Ya, ada kata-kata yang menarik, "Take Action, Miracle Happen". Ingat, Action!
Mas, saya ini ingin jadi mahasiswa sukses, IPK tinggi, mandiri, dan disayangi orang tua!
apa yang dilakukan? Menunda untuk belajar, nggak berani mulai buka usaha, dan membuat orang tua kecewa? Yakin deh susah terwujud. Tapi, sekalinya kita bergerak, seperti dalam bab Hukum Kelembaman di buku "Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses". Awal mendorong kemauan mungkin sulit, tapi saat kita sudah mencoba melakukannya, dan istiqomah untuk melakukannya, akhirnya yang asalnya sulit jadi mudah. boleh catat baik-baik kata-kata ini, "Seringkali ketakutan itu hanya ada dalam pikiran dan sebagian besarnya tak pernah terjadi".

Mau mulai usaha, apa yang mesti dilakukan? Buat bisnis plan yang bagus, oke juga sih tapi kalau itu malah mempersulit kita untuk memulai, lebih baik buat bisnis plan sederhana, lalu segera aksi,baru deh kita tahu mana yang mesti diperbaiki dari bisnis plan kita.

Teringat, saat kemarin mengisi training di UNAIR ada salah seorang peserta yang saya suruh ke depan, ternyata ia kuliah di UNESA, dan untuk bisa masuk kuliah, ia harus mengumpulkan uang selama 2 tahun lamanya sebagai tukang parkir di pinggiran kota. Bahkan sampai sekarang saat ia kuliah di tingkat 2, pekerjaan sebagai tukang parkir pun masih ia geluti. Tau nggak berapa penghasilannya selama 3 jam jadi tukang parkir, Rp.10.000. Subhanallah, walau hanya 10 ribu ia nikmati prosesnya, maka kami semua mendoakan dirinya untuk menjadi menteri perhubungan Indonesia suatu saat kelak. Ketika ditanya, malu nggak? Ia jawab, "nggak, karena saya ingin kuliah, dan ingin membahagiakan orang tua".

Ada kata-kata menarik mengakhiri catatan ini, seorang sahabat, Mas Dayat mengulangi kata-kata dosennya saat kemarin diminta melegkapi training Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses, "Hidup ini hanyalah sepanjang Beta dan Delta, Beta yang berarti Birth, dan Delta yang berarti Death. Dan diantara Beta dan Delta ada C yang berati Choice, Anda bisa memilih mau menjadi apa dan memilih hidup seperti apa?".

Selamat beraksi sahabatku,
biarlah Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang akan melihatmu

Selamat Tahun Baru 1433 H.
Semoga umurmu berkah, rizkimu melimpah, dan masa depanmu cerah

Salam Setia!
Setia Furqon Kholid

Jumat, 31 Desember 2010

Sebait Cinta untuk Ummi

Wanita cantik nan cerdas itu ikhlas menikahi ayahku
seikhlas ia melahirkan dan mendidikku sejak kecil
Ya, mungkin orang menganggapnya kampungan
Namun apa yang salah dengan kampungan?
Bukankah orang-orang besar terlahir dari rahim seorang ibu yang dikatakan kampungan itu?

Ibu,
Bersama iringan doanya yang sederhana menjejaki perjalanan hidup kami
Saat anak-anaknyai berada di gerbang keberhasilan,
dengan setianya ia mengantar kami dengan linangan air mata cinta
pengorbanannya, kasih sayangnya, tak dapat kami bayar
walau ratusan tahun hidup di dunia.

Ibu, di usianya yang kini tlah senja
Kau masih saja memikirkan kami
anak-anakmu.

Aku malu,
belum bisa mengukir senyuman tulus darimu
yang mengharapkan kami menjadi anak-anak yang soleh dan berhasil
namun satu harapku ibu
Semoga Allah berikan kesehatan, pahala yang berlimpah dan umur yang berkah untukmu

Ibu,
hari ini kukuatkan bahu,
Kulatih pergelangan tangan dan otot-otot kakiku
agar saat kau kelak membutuhkannya,
bahuku tempat sandaran kepalamu
pergelanagan tanganku, tempat tanganmu merengkuh
kakiku, untuk mewujudkan seluruh keinginanmu.

Ya.. seperti dulu
Saat kumerengek manja kepadamu...
kau hanya tersenyum,dan bersusah payah mewujudkan keinginanku itu

Ibu,
di hari yang penuh keberkahan ini,
izinkan kusenandungkan satu bait lagu khusus untukmu,
sebagai hadiah di hari spesialmu.
"Kasih Ibu, kepada beta
tak terkira sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali

bagai sang surya menyinari dunia"

Selamat hari Ibu,

Buat Ummiku tercinta, dan seluruh Bidadari dunia yang bernama Ibu,Bunda, Mama, Ummi, atau apapun namanya
kutulis catatan ini dengan linangan air mata cinta
Setia Furqon Kholid

Renungan AKhir Tahun

Di batas waktu kita bertafakur
Sudah berapa kali pergantian tahun dalam masa usia kita?
Adakah ia dilewati dengan ketaatan, atau penuh dengan catatan kemaksiatan?
Adakah ia dilewati dengan kesyukuran, atau malah kekufuran?

Banyak orang bereuphoria menyambut tahun baru?
Tidakkah kita menyadari, itu artinya waktu hidup kita semakin berkurang?
Berbanding luruskah pergantian tahun  dengan amal dan taubat kita?
Atau kita malah menjalani tanpa rasa beban sedikitipun
Haram halal dilibas
Benar salah digilas
Yang ada hanya bagaimana menghabiskan waktu demi kepentingan nafsu dan syahwat dunia

Saudaraku,
Rasulullah mengibaratkan bahwa di zaman ini akan ada sebuah penyakit yang mewabah
yang membuat sedikit sekali yang akan masuk syurga
Itulah penyakin Wahn,
Cinta dunia dan takut mati.

kemudahan media membuat kita terlalai
Kesibukan mencari rizki membuat kita menunda sholat
Keinginan mendapatkan bara-barang duniawi membuat kita sulit berinfak dan berzakat
Lalu, mana amal-amal kita?

Sholat, jarang khusyu
Tilawah quran kalau ingat
Silaturrahim hanya saat butuh
Menuntut ilmu tak serius

Mari kita renungkan do'a inii,
"Ya Robb, jadikanlah dunia ada di tangan kami, Sehingga kami yang mengaturnya. Dan jadikan akhirat ada di hati kami, agar kami tak lalai dalam mengingatMu."

Semoga Allah mengampuni segala dosa kita di tahun-tahun lalu,
dan dengan taubatan nasuha kita berharap kebaikan-kebaikanlah yang menggantikan keburukan kita

Mari perbaiki diri, dan berkarya tuk Ilahi
di tahun baru ini, semoga Allah limpahkan rahmat, ampunan dan keberkahan
bagi kita semua.
Amin.

Hamba Allah di bumiNya,

Kamis, 04 November 2010

Bisikan Cinta



Suatu saat, 
mungkin kita pernah berharap pada manusia
atau setidaknya menaruh simpati bahkan cinta
Namun, mungkin saja semuanya serasa hancur
saat harapan jauh dari kenyataan
saat cita tak bertemu realita
atau cinta yang berujung derita jiwa

Namun yakinlah, ada Allah yang selalu bersama kita
mengetahui setiap bisikan hati
Luapan emosi, bahkan ungkapan cinta yang tak pernah tersampaikan
Di sudut jiwa, kita belajar menyerahkan semuanya pada Sang Penggenggam cinta sejati
Sang Pemilik hati, yang dapat membolak-balikkan hati
Jangan pernah menyerah, mengeluh atau bahkan mengutuk dengan apa yang terjadi
Karena Allah sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita
hanya kadang kita tergesa-gesa menyingkap rahasia takdir
tak bersabar dengan semua kenyataan yang ada 

Tugas kita hanyalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, serta berdo'a
Selanjutnya, biarlah Allah yang menentukan mana yang terbaik untuk kita
karena Ia yang lebih mengetahui kebutuhan kita 
dibandingkan kita sendiri

Salam SETIA!
SETIA on Action

Persahabatan itu Indah



Dalam berjuang kita butuh sahabat
yang akan menguatkan bahu-bahu kita
menutupi aib-aib kita
dan berjuang dengan ikhlas bersama 

Namun boleh jadi
ditengah perjalanan, seringkali kita dipertemukan dengan masalah
yang  menyapa bahkan mengganggu keharmonisan persahabatan
Tapi yakinlah, bahwa itulah seni persahabatan
dinamika kehidupan yang membuat kita lebih dewasa
lebih bijak menyikapi perbedaan
lebih tegar mengarungi badai kehidupan

Dari sana kita dapat banyak hikmah
bagaimana menjadi sahabat yang saling percaya
saling memahami dan saling berbagi

Layaknya bongkahan emas yang tiada berbentuk, 
Dengan tempaanlah ia semakin indah,
mengkilap dan berharga
itulah perumpaan persahabatan

jika persahabatan yang dibangun
hanya karena Allah
maka pertemuan pun berkah
dan berpisah pun begitu indah
Mengapa?
karena persahabatan kita dilandasi atas dasar cinta pada Allah

Barangsiapa yang saling mencintai karena Allah
maka Allah akan memberikan naungan di padang Mahsyar,
saat tiada lagi naungan selain naungan dariNya 

Sahabatmu,
Setia Furqon Kholid
Salam SETIA!

Pemuda Akhirat itu



Suatu ketika,
ada seorang lelaki muda, enejik, supel dan sangat cerdas. Ia menjadi lulusan terbaik dari sebuah perguruan tinggi ternama di negeri ini. 
Seperti banyak impian pemuda sebayanya, lulus cepat dan diterima di sebuah perusahaan bonafit dengan tawaran gaji yang menggiurkan pun ia dapatkan. Tak ayal banyak teman-temannya yang iri dengan pencapaian-pencapaian yang telah ia lakukan. Namun, amat disayangkan, hanya satu tahun ia bekerja di perusahaan ternama yang sedikit saja orang yang dapat diterima disana. Sang pemuda memutuskan untuk keluar dan menemukan saripati kehidupan. 

lalu, apa yang dilakukannya?
ia berkeliling seorang diri, dari satu kota ke kota lainnya, dari satu kampung ke kampung lainnya. Uniknya, yang ia lakukan adalah membantu siapapun yang dapat dibantu. Menghidupkan masjid yang telah mati, dan mengajari dengan sabar anak-anak kecil yang ingin belajar Quran atau Iqro. Lalu bagaimana dengan segudang prestasinya? Tidakkah amat disayangkan potensinya yang dapat menjadi seorang bisnisman sukses? 

Ternyata inilah jalan hidup yang ia putuskan. Menjadi hamba Allah yang memberikan manfaat bagi banyak orang. 
Walaupun banyak tetangga di sekitar rumah orang tuanya yang menghinda, mencemooh dan menyayangkan keputusannya yang dianggap "bodoh" itu. 

Suatu saat, seorang sahabat dekat menanyakan perihal keputusannya tersebut. Bahkan sahabat itu memberikan alternatif lain untuk berkarya dan bermanfaat dengan cara yang lebih elegan. Namun, ia menolak tawaran itu dengan santun. 

Tahukah Sahabat, setelah diselidiki. 
Ternyata beberapa tahun silam, pemuda berbakat dan berkarakter itu divonis terkena sebuah penyakit dan diprediksikan bahwa hidupnya hanya tinggal hitungan tahun bahkan bulan.

AllahuAkbar!
Sahabat, bagaimana jika hal ini terjadi pada diri kita? 
Saat Allah memberi tahu lewat perantara manusia tentang sisa waktu kita di dunia.
Apa yang akan kita lakukan? Masih adakah impian duniawi itu? Adakah kebanggaan atas titel dan prestasi yang diraih?

Bayangkan jika waktu kita di dunia hanya hitungan hari.
Apa yang pertama kali akan kita lakukan??

Semoga kisah nyata ini dapat menggugah dan menginspirasi kita untuk tidak menunda amal kebaikan. 
Justru karena kematian kita tak pasti, harus lebih berhati-hati dalam melangkah, memperbanyak bekal, dan tak pernah menunda kebaikan.

Bidadari Terindah


Akulah suami paling bodoh dan tidak berperasaan dalam hidup ini. Kucampakkan bidadari dunia yang begitu sabar melayani, mendoakan, menyokong, hingga melahirkan anak yang awalnya tidak kuharapkan hadir di dunia ini. Tidaaakk....

Ya, semuanya bermula saat ku masih single. Aku adalah orang yang senang berfoya-foya, nongkrong bareng tanpa tujuan dengan para pemuda yang lebih memilih nganggur ketimbang sibuk-sibukan cari kerja. Ya, itulah aku masa lalu, hingga akhirnya aku bertemu dengan seorang bapak yang banyak membantuku, ia berikan banyak kemudahan, dari mulai kesempatan bekerja hingga kebutuhan hidupku. 

Hingga suatu ketika, bapak itu berkata, "Sudah siap nikah belum nak? Bapak punya calon istri yang solehah, cocok untukmu!". Aku hanya terdiam, hanya ekspresi dingin dan tak peduli. Namun saat sang bapak menanyakan lagi di kesempatan kedua, aku malu untuk menolaknya akhirnya kuterima saja tawaran sang bapak tanpa memperdulikan apa resikonya dan siapa sebenarnya calon yang direkomendasikan sang bapak. Pikir simpleku, yang penting bisa membuat sang bapak bahagia, sehingga masih bisa membantuku. Yah, kepada siapa lagi aku meminta bantuan? Ayahku dari sejak SMP sudah wafat, yang menjadi salah satu alasanku memilih menjadi pemuda luntang lantung tak punya pekerjaan ini.

Tak menunggu lama, hari itu juga aku langsung dibawa ke rumah orang tua wanita tersebut. Namun aku sedikit berdalih dengan kesibukanku, akhirnya kami hanya bertukar poto. Ternyata, diputuskan dalam khitbah yang tidak aku hadiri itu bahwa akad nikah dan walimah akan dilaksanakan seminggu lagi. Aku hanya mengiyakan tanpa ada sedikitpun mempertanyakan bagaimana karakter, cantik atau tidak, dan beberapa pertanyaan lain yang biasa ditanyakan lelaki normal yang akan melangsungkan akad nikah. Kalian tahu sendiri kan, aku nikah hanya untuk membahagiakan sang bapak yang sudah banyak berjasa kepadaku. itu saja, tidak lebih!  Masalah calon tak penting bagiku. Kalau Nggak cocok ya tinggal ceraikan saja, seperti acara sinetron di TV.

Singkat cerita, akad nikah dan syukuran kecil-kecilan pun diadakan. Aku baru tahu wajah istriku pada hari akad tersebut, maklum aku sedikitpun malas melihat poto yang disodokan padaku. Maaf, aku sampaikan.. malam pertamapun ku tak berkata apapun kepada istriku. lebih dari seminggu kudiamkan saja istriku, tak sedikitpun aku menyentuhnya. Ku tak mau tahu apa yang sebenarnya ia rasakan. Setiap pagi aku bekerja di sebuah lembaga pendidikan tempat bapak baik itu bekerja, ya, sekedar bantu-bantu. Sedangkan isriku, ia lulusan Akademi Keperawatan dan sudah 2 tahun lamanya bekerja menjadi seorang perawat di sebuah rumah sakit.

Hari ke-8, barulah aku memaksakan diri menggaulinya, seperti kewajiban seorang suami lainnya. Namun, niatku sih hanya iseng aja, entah kenapa ku tak dapat menumbuhkan rasa cintaku padanya, walau ia telah halal 100% untukku. Ia cukup cantik, senyumnya yang indah, dan yang mungkin lebih tampak dari sosoknya adalah ia memakai jilbab yang lebar menutupi lekukan tubuhnya. Malam itu, sebelum kutunaikan tugasku sebagai seorang suami, kuancam dirinya untuk tidak dulu hamil, karena aku tidak mau direpotkan dengan mengurus anak. Kulihat dirinya hanya tertunduk, dan begitu sabar menerimaku apa adanya. 

Beberapa bulan setelah hari itu ternyata ia hamil. Akupun marah, akhirnya aku mulai menjauhinya, kubiarkan ia untuk berjuang sendiri mengandung anak, buah pernikahan kami. Aku, malahan masih senang nongkrong dengan teman-teman yang dari dulu sering bersama. Hingga saat istriku melahirkan, aku tak terlalu memperdulikannya. 

Hingga saat perubahan itu terjadi. Beberapa hari setelah anakku terlahir ke dunia, aku sering mendengar anakku menangis di malam hari. Aku pura-pura tertidur, namun ternyata istriku dengan sabar bangun dan mengganti popoknya yang basah karena pipis. Aku tahu pasti istriku pasti sangat lelah, setiap malam dan siang harus mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada bayi kecil yang lucu itu. Akhirnya di suatu malam, saat istri dan anakku tertidur, malu-malu kutatap wajah mereka berdua. Entah mengapa ada sebuah rasa yang berdesir dalam hatiku, apalah namanya yang membuatku meneteskan air mata malam itu. Dari sana, aku tak bisa tidur lagi. Kurebahkan badanku di sofa depan,dan kumulai menyesali semua perlakuan zalimku kepada istri dan buah hatiku. 

Satu persatu kejadian seakan ditampakkan kembali, bagaimana kejamnya diriku yang membiarkan istriku berjuang mengandung hingga melahirkan buah hatiku tanpa bantuan dari suaminya. Namun ia tetap saja sabar, dan melayaniku dengan baik. Ku tahu juga kebiasaan istriku, jika ia marah atau kesal, ia hanya mengambil air wudhu dan sholat tahajjud sambil berdoa yang diiringi derai air mata. Dan kini, saat anak itu telah terlahir ke dunia. Haruskah aku menambah penderitaanya? Tidaakkk... Aku harus berubah.

Sebelum semuanya terlambat.. Aku harus mulai mengubah perilaku burukku. Aku harus bertanggung jawab. Akan kucoba untuk mulai mencintai dan menyayangi istri dan anakku.

Pagi itu, kucuci bersih pakaian kotor istri dan anakku, kubuatkan sarapan alakadarnya buat istriku. Dan setelah semua pekerjaan rumah selesai. Kucium kening anakku yang lucu itu. Kuarahkan tangan kananku pada istriku, lalu dengan lembutnya ia raih tanganku dan ia cium tanganku dengan begitu hormat. Entah mengapa ku tak kuasa menahan tetesan air mataku. Kuseka air mataku segera dan kuucap salam terindah bagi mereka berdua, bidadari terindah dalam hidupku.  

Adakah Aisyiah abad ini? yang tetap bersabar walalu suami sejahat Fir'aun ?

Untuk semua calon istri dan suami,
Semoga bisa menjadi ibroh berharga bagi kita semua
mari membangun cinta hingga kekal sampai syurga

Inspirasi perjalanan dari Makassar,
Diangkat dari penuturan seorang sahabat

Masih Adakah Harapan untuk Negeri ini?


Indonesia berduka,
bencana demi bencana silih berganti
Gempa, tsunami, longsor, gunung meletus dan aneka bencana lainnya
Ditambah lagi krisis multidimensi yang seakan datang tiada henti di segala lini

Mari kita evaluasi,
Tak perlu aneh melihat banjir yang melanda, karena pepohonan si kota besar bahkan di hutan-hutanpun tlah diekspor
demi kepentingan sekelompok manusia
Lalu, setelah semua tak ada, dimulailah program penghijauan yang entah berhasil atau tidak

Inilah realitas para oknum pelayan masyarakat
Anggota dewan sibuk memperebutkan kursi, kerjanya merekayasa anggaran
Masyarakat berkubang dalam pengangguran dan kemiskinan yang menjadi-jadi
Beberapa gubernur ditangkap KPK karena terlibat korupsi
Camat memanfaatkan kebodohan masyarakat dengan memanipulasi bantuan
Pak RW dan Pak RT pun tak mau kehabisan jatah
Maka BLT dan bantuan lainnya diupayakan memperkaya saudara dan koleganya

Beberapa artis tak mau ketinggalan eksis
Menjadi agen dalam pendidikan karakter anak bangsa
Dari mulai kasus narkoba, film mesum, hedonisme, selingkuh dan sebagainya
secara tak sadar terrekam dan diamini oleh beberapa pemuda
Wajarlah acara audisi menjadi bintang digandrungi kaula muda..
Cara tercepat kaya, terkenal dan jadi bintang

Ibu-ibu rumah tangga pun tak ingin ketinggalan
Tiada hari tanpa nonton gosip dan sinetron 
Sehari tiga kali sesuai resep dokter
Dari mulai bangun tidur sampai hendak tidur lagi mungkin
Efeknya, anak kurang diperhatikan
Banyaknya tuntutan agar suami cepat kaya dan berhasil
Beberapa yang lain memilih menjadi wanita karir
bersolek saat kerja, kelelahan saat harusnya melayani suami

Bapak rumah tangga disibukkan dengan rutinitas sehari-harinya
Mengumpulkan rupiah demi rupiah dengan cara apapun
Dengan sikut, jilat atau cara yang lebih kreatif lainnya
Akhirnya, rizki yang tak halal dimakan oleh istri dan anaknya
mengalir dalam darah anaknya, akhirnya mendarah daging 
Jangan terlalu menyalahkan anak jika  sulit dikendalikan

Efeknya, terjadilah kenakalan remaja
Anak merasa kurang diperhatikan
ia berontak dan marah
masuk geng motor, narkoba atau seks bebas jadi alat pelampiasannya

Sikap saling percaya diantara masyarakat semakin luntur
Kesenjangan sosial nampak jelas dihadapan
sebelah kanan berdiri rumah mentereng bak istana
sebelah kiri satu rumah kumuh dan sempit dihuni tujuh anak 
akhirnya perang antar kampung sulit dihindarkan

Beberapa oknum yang mengaku mahasiswa tak ingin ketinggalan peran
Maka aksi demo yang berakhir ricuh tak terelakkan.
Lengkap sudah LINGKARAN BENCANA  dalam negeri ini.

Lalu, SIAPA YANG MESTI DIPERSALAHKAN?
Siapa yang mesti BERTANGGUNG JAWAB ?

Mari kita ubah pertanyaan di atas agar lebih bijaksana,
Apa yang telah KITA LAKUKAN untuk memperbaiki benang kusut masalah di negeri ini?
hanya ingin menjadi penikmat, komentator, atau malah ingiin menjadi pengubah?
Semuanya, PILIHAN  hidup ANDA

Kalaulah boleh berharap...
bangsa ini sedang sakit, jadilah anda dokternya!
Bangsa ini butuh sosok pemimpin berhati seperti Umar bin Abdul Azis, Andalah Umar selanjutnya!
Tidak sembarangan Tuhan takdirkan kita terlahir di INdonesia ini
Kitalah yang akan memperbaiki masalah ini sedikit demi sedikit,
Mulai dari diri sendiri dan SEKARANG JUGA.

Karena Andalah Pahlawan bangsa Abad ini!

Salam Semangat Muda!
Setia Furqon Kholid

The Power of Love


Seorang lelaki muda hampir bertelanjang dada, mengemudikan motor bututnya dengan kecepatan bersahaja
bak valentino rossi yang mengendarai motor GPnya
tragis, di tengah perjalanan hujan deras membasahi sekujur tubuhnya
Namun, sedikitpun tak  urung niatnya, gas pun semakin ditancap
tujuannya hanya satu, mencarikan buah mangga untuk sang istri tercinta
Dramatisnya, kala itu sulit sekali mencari buah yang satu ini, maklum bukan musimnya
Namun, ibarat seorang ibu yang mencari anaknya yang hilang
puluhan bahkan ratusan penjual buah-buahan, minimarket sampai toko kelontongan pun ia cari

"YESS.. Alhamdulillah", setengah berteriak ia mengucap syukur saat menemukan satu-satunya buah mangga hasil jerih payahnya berjam-jam mengitari pasar.

Saat pulang dan berjumpa dengan sang istri yang sedang hamil muda. Sang suami yang sudah basah kuyup pun tersenyum puas sambil menyerahkan buah satu-satunya bak seorang pangeran yang menghadiahkan untuk sepasang sepatu cantik untuk sang puteri, ibarat seorang ksatria yang dinantikan oleh wanita pujaannya, begitu romantis dan heroik.

Apakah ia lelah? Mengapa ia begitu bersemangat?

Itulah kekuatan cinta,
yang tak terbatas oleh daya nalar
kadang tak masuk logika
tak terbatasi oleh jarak dan masa

Ada energi besar yang menggerakkan
ada semangat pengorbanan dan keikhlasan untuk memberi
ya, MEMBERI.

Lihat saja,
cinta ibu pada anaknya, tak terputus sampai bilangan masa
cinta Rasul pada umatnya, abadi hingga akhir nanti
cinta istri pada suaminya, tersulam hingga menapaki syurga

The Power of Love,
Hidup dan menghidupkan
segar dan menyegarkan
kuatkan dan menguatkan

karena cinta adalah anugerah Allah yang diberikan 1 % untuk hambaNya di dunia
yang dengannya kita mampu hidup bercinta kasih
bahkan dengan cinta itu pula seekor induk kambing dapat mengangkat sebelah kakinya
agar sang anak mudah mendapatkan susu kolostrum yang dibutuhkan dalam pertmbuhannya.
99% lainnya, Allah siapkan di akhirat nanti.
Saat setiap insan membutuhkan curahan kasih sayangNya
dan bercinta kasih karenaNya.
Subhanallah....

Jumat, 03 September 2010

Cinta yang Bertumbuh

Di sepanjang jenak kehidupan,
ada rasa cinta yang menyapa
ada banyak bunga yang ditemui
Namun, diantara berjuta bunga indah yang mempesona
tidak semuanya dapat kita nikmati
hanya bunga yang halal, dan tumbuh di pekarangan hatilah yang tetap boleh untuk bertumbuh

Ya, banyak sekali cinta kepada lawan jenis yang tidak berujung pada gerbang pernikahan
maka cinta ini, menurut Anis Matta, hilangkan saja
Walau ia kadang tetap tak bisa dihilangkan dalam ruang hati

Maka, seringkali kita temukan
orang menikah tanpa cinta
karena hatinya telah terpaut pada seseorang, dan sulit dilupakan
Mungkin itu karena lebihnya harapan atau pengalaman di masa lalu

Namun, sekali lagi.
Inilah seni mencintai
Mungkin berat menentukan pilihan 
atau didesak oleh keadaan
hingga cinta mesti ditumbuhkan

Tak mengapa, karena kita menikah untuk membangun cinta
Maka cintapun lambat laun kan bertumbuh, menjulang, dan mengakar
Butuh waktu untuk memupuknya, menyemai hingga menikmati hasilnya

Duhai Saudaraku,
kita tak pernah tahu siapa jodoh kita
sebelum waktunya tiba
biarkan Allah memantaskan kita
Hingga saatnya tiba
terimalah ia, sebagai anugerah terindah dariNya

Teruntuk saudaraku
yang sedang dalam penantian