Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Surat Cinta untuk Ummi

Ibu, saat semua orang tak mempercayai diriku

kau yang pertama kali meyakinkan diriku bahwa kubisa


Saat kuterpuruk dengan kesalahan dan kegagalan

kau yang selalu menyemangati dan memotivasi diriku


Umi,

Saat kuterbaring lemas dalam kesakitan

kau yang mengobati dan menjagaku siang malam


Saat ku kedinginan dan ketakutan dalam gelapnya malam

kau yang menyelimutiku dengan belaian sayangmu

lalu kau bercerita indah sampai ku tertidur di pangkuanmu


Kini,

Saat kuberanjak dewasa

berapa sering kutolak permintaanmu

walau hanya sekadar membelikan sesuatu di warung

walau hanya sekedar memijit kakimu yang lelah seharian dengan pekerjaan rumah yang tiada habisnya


Saat kuberikan beberapa rupiah untukmu

serasa berjasa dan sudah menjadi anak soleh

padahal 23 tahun lamanya kau beriku makan

kau beriku pakaian, kau antarku sekolah, bahkan tak lupa kau beriku mainan


Sahabatku,

Berapa sering ayah dan ibu memberi hadiah saat kita milad dan mendapatkan prestasi,

namun sudah berapa kali kita memberi hadiah pada ibu?

Bahkan pada moment bahagianya, masih ingatkah kita?

Untuk hanya sekadar mengucapkan selamat dan melantunkan do'a-do'a cinta

Untuk sekadar mencium tangannya yang mulai keriput, atau bersimpuh di kakinya yang suci


Sahabat,

Berapa usia ibu kita?

Kapan kita mau menghajikannya?

Kapan kita mau membuatkan rumah yang layak untuknya?

Kapan kita mau jadi anak soleh yang senantiasa mendoakannya?


Jangan sampai kita menyesal,

saat semuanya kita miliki

tak ada ibu yang bisa mengecap kesuksesan dan keberhasilan dirimu


ah..

Ibu yang ikhlas itu tidak menuntut apa-apa

hanya ingin kita jadi anak soleh yang mendoakan dirinya


di hari Ibu yang indah ini,

mari peluk ibumu, doakan ia

yang jauh, teleponlah ibumu

mohonkan maaf dan doakan dirinya

yang telah berjasa membuatmu hadir di dunia dan seperti yang hari ini


Selamat hari Ibu,

Spesial Untuk Ummiku, Siti Saadiah, Terimakasih Ummi, kau sangatlah istimewa

Untuk istriku, Ina Agustina. Aku bahagia karena kau kan jadi seorang Ummi

juga

Untuk semua Ibu, Umi, Bunda di dunia

Untuk semua wanita yang kelak menjadi ibu

I love You Mom, cause Allah

Kamis, 15 Desember 2011

Surat Cinta untuk Belahan Jiwa

Kau belum pernah hadir dalam sketsa mimpiku
Namun kau sudah tercatat sebagai belahan jiwaku
jauh sebelum kita terlahir ke dunia
Aku tak mengenalmu
Begitu juga kau yang belum tentu mengenalku
Namun aku percaya, kau titipan Tuhan untukku.

Kelebihanmu, mendecak kekaguman dalam hati
memaksaku tuk melafadzkan tahmid cinta
kekuranganmu, cermin bagiku
yang membuatku sadar, kita hanyalah manusia biasa
yang punya salah dan alpa

Aku tak memilihmu, namun Allah yang pilihkan dirimu untukku
Maka, mari kita sinergikan potensi, lejitkan semangat
dan ciptakan karya-karya bersama
Hingga saatnya kelak..
Lahirkan generasi robbani yang cinta Al-Quran
kita berjuang tuk membina generasi pembaharu
yang nafasnya dzikir, lafadznya quran, akhlaqnya Rasulullah
tidurnya ibadah, hidupnya ma'rifat, matinya syahid

Tulang rusukku,
Saat Mitsaaqon Ghalida itu terucap
Bantu aku menjadi imam yang adil dan penuh cinta kasih
untuk bahtera yang kita kembangkan
untuk ikatan yang kita jalin
Semoga keberkahan pada awal dan prosesnya
begitu juga keberkahan pada penghujungnya

Kuingin bersamamu hingga akhir waktu,
sampai kita dipersatukan kembali di jannahNya
dalam lautan cinta abadi yang hakiki
di akhirat nanti...

Setulus hati,
dari belahan jiwamu

Ujian, Tanda CintaNya

Sahabatku,
Seringkali kita menyimpulkan sebuah kejadian terlalu cepat.
Saat diuji dengan masalah yang bertubi-tubi, atau sebuah musibah yang menyesakkan hati. Kita terlalu mudah menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah kesialan diri, bahkan tak jarang yang malah menyalahkan takdir, orang atau keadaan.

Maha Suci Allah, Yang Maha Tahu apa yang dibutuhkan hamba-hambaNya.
Bersama kesulitan, ada kemudahan, bersama kesulitan ada kemudahan (Q.S. Al-Insiroh: 5-6)
Inilah yang saya rasakan kemarin.

Saat silaturahim ke kakak, mobil di parkir sekitar 20 meter dari rumah, di siang bolong dalam rentang waktu yang sangat singkat hanya 1 jam. Saat hendak pulang bersama istri dan adik, kaca sebelah kiri Avanza sudah dalam keadaan pecah dan tas yang berisi laptop dan hard disk eksternal dicuri dari mobil.
Beberapa saat memang cukup shock, namun saat direnungkan, tidak ada satu kejadian pun yang kebetulan.

Ma ashoba mimmushibatin illa biidznillah, tidak ada satu musibah pun kecuali dengan izin Allah.
Setelah mengevaluasi diri, mengapa ini bisa terjadi..
Istri mengingatkan, bahwa baru malam tadi kita tidak tahajjud. Mungkin Allah sayang, dan ingin menegur
Saya pun introspeksi, mungkin banyak ilmu dalam laptop itu yang belum diamalkan, atau mungkin ada kesombongan atau dosa dengan laptop tersebut.
Namun, saat hati mencoba untuk mengikhlaskan, Subhanallah ternyata lebih banyak kemudahan yang dirasakan setelah kejadian tersebut. Mulai dari selesainya renovasi dan pengeboran air jetpump di rumah, materi training masih lengkap karena telah dibackup, dan banyak lagi kemudahan yang Allah berikan.

Dari kejadian ini, banyak hikmah yang di dapatkan. diantaranya:
1. Jangan pernah merasa memiliki sesuatu, karena semuanya hanyalah titipan
2. Manfaatkanlah semua fasilitas yang Allah titipkan untuk kebaikan, bukan untuk mengkufuri nikmatnya
3. Tetaplah optimis, berbaik sangka dengan semua ujian yang Allah, itulah tanda kasih sayang Allah
4. Jangan lupa selalu membuat cadangan dan persiapan, Seperti data skripsi misalnya. buatlah backupannya
5. Kembalikan semuanya pada Allah, dan nikmati kemudahan yang dijanjikan

Selamat menikmati semua ujian yang Allah berikan, yakinlah sahabat, nalar kita terlalu sempit untuk terlalu mudah menyimpulkan suatu kejadian. Percasyalah, di balik musibah ada berkah, di balik masalah ada rencana yang begitu indah..
Kuncinya, kembalikan semuanya pada Allah

Sahabatmu,
Setia Furqon Kholid

Maka Berbahagialah!

Sob, pernah nggak ngerasa Bete, nggak bahagia, atau merasa resah gelisah dalam hidup ini?
Ada yang bilang Dewi Fortuna ga muncul teruslah, sedang sial, atau seribu alasan lain yang memperparah kondisi kita,
Tapi sadar ga Sob, sebenarnya semua itu ga akan terjadi kalau kita punya satu kunci ini. Apa itu? Bersyukur..

Ya, beriring dengan waktu yang terus bergulir, kebutuhan hidup yang semakin mendesak, dan zona kompetisi semakin panasnya. Tidak jarang kita merasa lelah, pasrah bahkan malas melangkah.

Jadi teringat salah satu bait dari lagu "Kamu Pasti Bisa" dari album Jangan Jatuh Cinta! Tapi Bangun Cinta:
"Saat terjatuh.. Jangan lupa bahwa engkau pernah berdiri.. Bangunlah..Kamu pasti Bisa!!"
Benar sahabatku, jika ditafakuri, apa sih yang kurang dalam pencapaian hidup kita, ada yang bilang "Kurang Uang", "Kurang kesempatan", "Kurang ilmu". Namun Sob, seringkali akar semua itu adalah "Kurang Bersyukur".

Berapa harga sebuah kehidupan?
Berapa harga nikmatnya sehat?
Berapa harga cinta keluarga dan sahabat kita?

Sayang sekali,
kita lebih sering befokus pada apa yang belum didapat, ketimbang apa yang sudah diraih
Kita lebih sering menangis kalah, tanpa terlebih dahulu mensyukuri bahwa kita pernah bertanding

Teringat, film "Surat Kecil untuk Tuhan" yang saya tonton di Bioskop sepekan silam, betapa dahsyatnya perjuangan seorang ayah yang ingin anaknya sembuh dari kanker jaringan syaraf. Semua waktu, tenaga, biaya dikorbankan hanya untuk melihat anaknya tersenyum bahagia dan sembuh.


Mungkin kita pernah merasa malas memulai sebuah aktivitas atau target, namun akhirnya kita dikalahkan oleh ribuan alasan untuk tidak mengerjakannya. Yakinlah sahabat, itu bukan karena keterbatasan waktu atau segudang alasan lainnya. simpelnya, itu karena kita kurang bersyukur dengan dua hal yang sering disia-siakan manusia, nikmat waktu luang dan kesehatan.

Untuk itu, sahabatku..
Mari mulai list semua anugerah Tuhan yang tiada terhingga
bandingkan dengan kesyukuran kita yang sering kali alpa

Tersnyumlah sahabat, samudera cintaNya terlimah ruah
Kasih sayangNya slalu tercurah

untuk kita....  hambaNya

Merdeka? kata Siapa?!



Sahabatku, Benarkah bangsa kita sudah merdeka?
Kemerdekaan di bidang apa?

Mencengangkan saat diberikan fakta,
Indonesia sebagai Negara terkonsumtif ke-2 di dunia
dikalahkan oleh Singapura yang menduduki peringkat 1,
itupun karena konsumen terbesar di Singapura pun didominasi orang Indonesia

Sudahkah kita merdeka?
Saat negara lain siap untuk globalisasi dan mengekspor barang-barang ke seantero dunia
Kita sibuk mengimpor hampir semua kebutuhan dari luar negeri
Beras mengiimpor dari vietnam,
Buah-buahan mengimpor dari Newzealand
Bahkan kalau kita mau sejenak tersadar,
untuk masalah hajat hidup orang banyak pun kita masih di jajah oleh negara lain
Misalnya saja air minum dalam kemasan yang iklannya marak di televisi
diambil dari mata air bangsa Indonesia dengan omset 200 T per tahun
namun apa yang kita dapatkan?
orang sekitar yang mata airnya diperas habis kekeringan dan sulit mendapatkan air
Emas di freeport pun, kita hanya mendapatkan presentase kurang dari 10 % selama berpuluh-puluh tahun lamanya

Saat anak-anak di Jepang terbiasa merakit laptop dan robot
anak-anak Indonesia merengek untuk dibelikan laptop dan robot
Saat rumah-rumah di Cina merakit satu motor per hari
di saat yang sama, leasing-leasing untuk cicilan motor di Indonesia kebanjiran order

Seakan  kurang percaya jika  rakyat Indonesia dikatakan miskin
konser Justin Bieber dengan rate antara1-5 juta rupiah pun terjual puluhan ribu tiket
Pengguna Blackberry Indonesia pun salah satu terbesar di dunia
bahkan banyak produk hanphone yang melaunchingkan pertama kali produknya di Indonesia
Mengapa? karena mental konsumtif masih melekat pada jiwa-jiwa kita

belum lagi carut marut politik yang kental dengan budaya laten korupsi, kolusi dan nepotisme,
sampai seorang pengamat politik berseloroh, "Yang tetap menyatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke sampai hari ini bukanlah semangat heroisme, namun disatukan dengan ikatan korupsi yang menggurita. Bupati takut dibongkar kasusnya oleh gubernur, begitu juga gubernur yang takut dengan presiden".

Kaum muda yang tak jelas orientasi
tak siap berkompetisi, akhirnya mencari jalan cepat, singkat dan mudah untuk terkenal, gaya dan punya banyak uang
akhirnya, generasi instan pun menjamur.
Pelatihan yang menjanjikan cara cepat kaya pun menjadi diversivikasi komoditi
Lagu-lagu cengeng laku keras, program musik di TV tak sadar sudah menghabiskan separuh waktu hidup
Orang-orang kota yang seringkali terjangkit stres, program humor pun laris manis
sampai sulit kita pisahkan mana Ustadz, mana pelawak. Karena beberapa sudah beralih profesi demi kejar tayang

Sahabatku,
masih ada harapan untuk kita membangun bangsa ini
memaknai kemerdekaan sejati di mulai dari membangun karakter diri, membina keluarga, mengajak sahabat terdekat
semoga saja sampai ke neara dan dunia

Kuatkan diri dengan selaksa keimanan
Hiasi diri dengan selendang akhlaq
dan raih kemerdekaan diri dengan menjadi orang yang jujur
Jujur melihat kekurang diri, jujur mengakui kekurangan diri dan berusaha untuk terus belajar dan berlatih tiada henti
Yakinlah pada suatu saat, dimana kita bisa mengisi kekosongan dan kekeringan pemimpin
dengan karya nyata kita, yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Saya yakin Anda, saya dan kita semualah yang mampu mengubah nasib bangsa ini
dengan pertolongan dan bimbingan Allah subhanahuwata'ala

Merdeka!!
Salam SETIA!

Setia Furqon Kholid
dalam semangat kemerdekaan diri
www.setiatraining.com

Mengikat Makna dari Seorang Developer Properti

Suatu hari, saya bersama istri menyengajakan diri bersilaturrahim dengan seorang pengusaha properti yang dulunya begitu sukses.
Rumahnya yang cukup mentereng di sebuah komplek perumahan elit di Bandung menandakan bahwa ia bukanlah orang sembarangan. Saat kami berkunjung ke rumahnya, ia sedang mengenakan mukena berwarna putih, sepertinya ia baru selesai shlolat dhuha. Setelah diijinkan masuk dan saling menanyakan kabar, kamipun larut dengan diskusi unik seputar bisnis yang ia dan suaminya jalani selama kurang lebih 3 tahun terakhir.

Dari percakapan dapat diketahui bahwa beliau memulai bisnis properti sebagai developer sejak 3 tahun silam, itupun tidak sengaja. Dulu, ada seorang tetangganya yang butuh tanah di sekitar Buah Batu, kebetulan ada juga salah seorang sahabatnya yang ingin menjual tananhnya di Buah Batu itu. Alhamdulillah, akhirnya terjadilah deal penjualan dan iapun mendapatkan komisi penjualan. Komisi itu ia jadikan modal untuk memulai usaha  menjadi seorang developer properti kecil-kecilan.


Sekali lagi, karena kepercayaan orang pada dirinya, akhirnya ia diminta membuatkan sebuah rumah cukup mewah dari mulai awal. Dengan kesuksesan pembuatan rumah itu, entah mengapa banyak orang yang meminta dirinya untuk membuatkan rumah juga. Akhirnya ia mulai membuka lahan baru untuk dijadikan sebuah komplek perumahan sederhana. Hanya dengan promosi sederhana bahkan nyaris nol, lebih dari 60 rumah pun habis terjual dalam hitungan bulan saja, ya seperti kacang goreng. Laris manis. Setelah ia renungkan saat ini mengapa proyeknya begitu sukses, ternyata ia menerapkan prinsip perdagangan islami. Saat pembangunan unit rumah, ia menjelaskan dengan penuh rinci berapa biaya pembuatan, dan berapa yang mau konsumen berikan untuk developer. Semua sesuai kesepakatan dan keikhlasan kedua belah pihak. Akhirnya banyak konsumen yang puas dan secara tidak langsung menjadi marketing gratis usahanya.

Kesuksesan proyek pertama, membuat ia dan suami mencoba untuk membuka lahan baru dengan cara yang sama, namun dengan prinsip yang menurut beberapa sahabatnya lebih profesional. Salah satu yang diterapkan yaitu adanya ketetapan uang pengikat yang hangus jika orang tidak jadi beli unit. Akhirnya, dengan manajemen yang seadanya dan tidak terus diperbaiki juga keberkahan yang semakin berkurang karena banyak konsumen yang mungkin kecewa dengan hangusnya uang pengikat, akhirnya proyek kedua dan ketiga perumahan yang ia kembangkan mengalami ujian yang bertubi-tubi. Dari mulai komplain dari konsumen karena rumahnya belum juga selesai sedangkan uang sudah dilunasi, ditambah lagi orang kepercayaan yang ternyata menyelewengkan dana. Akhirnya sedikit demi sedikit masalah itu kian membesar. Harta yang ia kumpulkan dengan begitu cepat, mobil,rumah dan bahkan banyak perabot rumah tangga satu persatu dijual untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Puncaknya, iapun dilaporkan ke kepolisian atas tindakan penipuan yang dihadapkan padanya. Puluhan karyawan dan konsumen berdemo di depan rumahnya.

"Subhanallah, semua begitu datang bertubi-tubi, justu saat saya ingin mengubah diri dan perusahan dengan lebih baik. Namun saya ikhlas untuk menghadapinya. Bahkan, walau dengan status saya sebagai terdakwa, saya semakin tenang dan dekat dengan Allah. Harta hilang tidak mengapa, namun keoptimisan harus tetap ada"  Imbuhnya.

Di akhir perbincangan, sang ibu menegaskan kembali bahwa dalam berbisnis mesti berhati-hati dalam memilih orang kepercayaan,  terus belajar memperbaiki sistem manajemen, memulai semuanya dengan cara yang disukai Allah, serta ikhlas menerima segala ujian yang Allah berikan.

Subhanallah, sangat menginspirasi.. Semoga kita dapat menghayati dan merefleksikannya dalam merintis usaha yang akan atau sedang kita jalani.

Salam SETIA!
Setia Furqon Kholid

Anda Orang Sukses, Saya saksinya!

Sahabat, kita sering mengeluh dengan kegagalan yang kita alami,
atau seringkali menyesali diri mengapa kesempatan emas kemarin tidak  dimanfaatkan dengan baik
Bahkan, banyak yang hidup dalam angan-angan semu tanpa mau berusaha
Akhirnya, tak berani menatap masa depan, menyia-nyiakan hari ini, dan tidak mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi.

Sahabat SETIA,
Kita tak pernah benar-benar tahu tentang masa depan kita,
maka kita tidak bisa dengan mudah mengambil kesimpulan dari setiap kejadian buruk yang menimpa kita
Karena, hakikatnya, tidak ada yang buruk jika kita mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian yang terjadi.
Bukankah di setiap krisis ekonomi, selalu bermunculan pengusaha-pengusaha kreatif baru yang memanfaatkan peluang krisis?
Bukankah dari kegagalan masa lalu lah kita bisa memperbaiki cara-cara kita yang kurang tepat?
dan bukankah, orang-orang besar yang kita kenal hari ini, melakukan kesalahan, kegagalan yang bahkan jauh lebih parah?

Ada seorang pebisnis, yang lebih bersyukur saat ia terpuruk, ada seorang anak nakal yang kemudian berubah menjadi anak soleh saat orang tuanya telah tiada. Ada seorang ayah yang karena PHK, malah jadi lebih kreatif dan menjadi pengusaha sukses.

Syaratnya, tetaplah optimis, yakin bahwa tiada malam yang abadi,
akan ada pagi yang berarti siang akan bertandang
Alih-alih menyalahkan diri atau lingkungan, lEbih baik ambil  hikmah dari setiap kegagalan
Pemenang, adalah dia yang mampu mengambil kesempatan dari setiap kesempitan
yang mampu mengambil peluang walau tanpa modal uang
bahkan jika peluang untuk sukses hanya 2 %, ia akan terus berfokus untuk mengambil presentase kecil itu

Dari kegagalan kita belajar hati-hati
dari keberhasilan kita belajar untuk rendah hati
dari keterpurukan kita belajar berdamai dengan diri
dan..
dari kelapangan kita belajar untuk berbagi

Salam SETIA!
Setia Furqon Kholid

Putuskan.. Dan Jadilah yang terbaik!

Sahabat Setia, untuk menjadi besar banyak diantara kita yang berpikir untuk melakukan segalanya, mengerjakan semuanya. Namun sadarkah sahabat, bahwa waktu kita di dunia ini sangat terbatas, dan di dalam rentang waktu itu kita dituntut untuk berprestasi dan mengukir makna. Hingga saat kita menghadap Ilahi, banyak orang menangisi kepergian kita, dan kita tersenyum bahagia karena telah memberi banyak kebermanfaatan untuk sesama. Nah, pertanyaannya apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut?

Dari 20 orang terkaya di dunia, ternyata hanya 2 orang yang dianggap konglomerat (punya lebih dari satu usaha). 5 jajaran tertinggi ditempati orang yang fokus pada bisnis yang dirintisnya. Misalnya, Bill Gates, Laksmi Mittal, dan Warren Buffet. Bill Gates yang terkenal dan Mirosoftnya pun tidak tertarik dengan pengembangan desain yang sekarang dikuasai Adobe, Laksmi Mittal dengan perusahaan bajanya, dan Buffet dengan kelihaiannya berpialang saham.

Ternyata di zaman Rasulullah, para sahabatpun hampir semuanya mempunyai keahlian spesifik, hal itulah yang membuat mereka beda dan menjadi yang terbaik di bidangnya. Abdurrahman Bin Auf tidak dikenal sebagai seorang panglima perang, namun sedekahnya yang pernah mencapai Rp.42,9 M sangat mengesankan, Khalid Bin Walid bukanlah seorang negarawan, namun kegagahannya di medan perang sangat diperhitungkan. Dialah satu-satunya panglima yang selama mendapatkan amanah tidak pernah mengalami kekalahan.

Lalu, bagaimana dengan pendapat, "Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang?" Ternyata, pernyataan ini cocok untuk paradigma investasi. Misalnya, saat kita mau menginvestasikan harta kita ke dalam properti (rumah, kost-kostan, apartemen, dll) jangan lupa bahwa properti pun ada trennya. Bahkan pernah di Jepang nilai properti turun hingga puluhan persen dalam jangka waktu 10 tahun. Saat tahun ini orang sedang mengandrungi investasi logam mulia, bisa jadi dengan perkembangan ekonomi dunia, membuat harga emas turun dalam jangka waktu tertentu .Nah, disinilah kejelian para investor untuk tidak memfokuskan investasi hanya pada satu tempat saja.

Jadi, yuk kita mulai renungkan dan putuskan, apa yang akan kita lakukan di di dunia yang sangat singkat ini, lalu fokuslah untuk menjadi yang terbaik dan bermanfaat dengan pilihan hidup kita.  Mulailah merancang pencapaian-pencapaian yang membuat duniapun tersenyum.

Jika kau bertekad  jadi pemimpin, bertekadlah menjadi pemimpin adil nan penuh kasih sayang
Jika kau bertekad jadi pengusaha, bertekadlah menjadi pengusaha nan jujur dan setia pada kebermanfaatan
jika kau bertekad jadi ilmuwan, bertekadlah menjadi ilmuwan yang rendah hati dan setia pada kebenaran
Apapun profesimu, manapun jalan hidup yang kau pilih. FOKUS dan TEBARLAH KEMANFAATAN.

Khoirunnas anfa'uhum linnas..
Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama

pEMOEDa Indonesia, BangkitLah!

"Pemuda hari ini, pemimpin masa depan"
Kata-kata ini bukan hanya isapan jempol semta. Pemuda, yang menjadi motor penggerak perubahan bangsa telah dirasakan dari dulu, mulai dari kebangkitan bangsa di tahun 1908, Sumpah pemuda di tahun 1928, sampai proklamasi kemerdekaan di tahun 1945. Bahkan era reformasi di tahun 1998 pun dipelopori oleh semangat pemuda yang merindukan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.

Sahabatku, jika Soekarno berkata, "Berikan Aku 10 Pemuda, akan kuguncang dunia", maka hari ini izinkan dengan semangat pemuda yang mengharu biru kita teriakkan, "Semangat Sumpah Pemuda, Semangat pemimpin muda penuh karya dan manfaat bagi sesama!"

Sahabat, hari ini bangsa kita tengah dijajah dari segala aspek, dari mulai ekonomi yang tidak stabil, politik yang carut marut, pendidikan yang menjadi komoditi, bahkan fashion dan life style pemuda yang sudah jauh dari jati diri bangsa Indonesia.
Jujur saja sahabat, bukankah anak bangsa hari ini banyak yang lebih senang nonton boysband kesayangannya di televisi, atau sekadar menghabiskan uang jutaan rupiah untuk mengikuti konser musik artis kesayangannya? Bukan hanya itu ternyata, rating acara lawakan naik daun. Bagaimana dengan semangat membaca dan berkarya? Jauh dari harapan.

Ramai-ramai orang untuk mengganti stylenya mengikuti boysband Korea, yang ga bisa ngedance gak gaul, yang gak pacaran ketinggalan jaman.
Inilah potret suram pemuda kita hari ini sahabatku, yang puluhan tahu yang akan datang akan mengisi kekosongan pemerintahan dan tampil menjadi pemimpin-pemimpin muda Indonesia. Budaya instan masih menjadi tradisi sebagian remaja dan pemuda, ingin kerja santai dan hasil melimpah, akhirnya penipuan di mana-mana, karakter jujur dan amanah jauh dari kenyataan, sebagian mengedepankan citra ketimbang memperbaiki karakter. Lengkap sudah penderitaan bangsa ini.

Namun saya yakin sahabat, justru di tengah krisis inilah, para pahlawan muda itu datang, yang tergerak untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit, yang berkarya nyata walau banyak dicaci dan dikucilkan, yang niatnya lurus untuk memberdayakan, bukan untuk memperdaya.

Sahabat, sudah saatnya kita mulai berbenah diri, memperbaiki karakter diri dan sedikit demi sedikit mengukir prestasi. fokuslah dengan passionmu, jadilah ahli di bidang yang kau pilih, dan buatlah Indonesia tersenyum dengan karya nyatamu.

Indonesia butuh para pendidik yang berkarakter, jadilah kau salah satunya
Indonesia butuh para pengusaha yang cerdas, aku yakin engkaulah salah satunya
Indonesia butuh pemimpin yang adil dan berakhlaq, yakinkan itulah dirimu
Apapun profesimu, dimanapun posisimu, jadilah bagian dari perubahan bangsa ke arah yang lebih baik!


Salam SETIA! Salam Perubahan!
Dalam semangat Sumpah Pemuda!
Setia Furqon Kholid


Makhluk Syurga itu bernama "Anak-anak"

"Om ini apa?" "ini remote"
"Buat apa?" ""Buat pindahin musik di mobil"
"Punya siapa?" "Punya Om"
"Om Siapa?" "Om Furqon"
"Om Furqon siapa?" "Om Furqon yang cakep"
"yang cakep apa?" "Cakep soleh"
..................................................
Nah, sekarang giliran Om bertanya, "Ini apa nif?" "Remote"
"Punya siapa?" "Punya Om"
"Om siapa?" "Om Furqon yang cakep, soleh"

Inilah sekilas percakapanku di mobil bersama keponakanku, Hanif. Anak cerdas nan aktif, selalu ingin bertanya dan mencoba. Bukan hanya bertanya, bahkan tak jarang ia mengacak-acak kamar, main-main dengan air, pinjam BB untuk poto-poto dan segala aktivitas yang seringkali menyita waktu, perhatian dan menguji kesabaran. Bahkan sempat malam tadi ia saking semangatnya ia loncat-loncat di kasur, ia pun terjatuh dan mengenai nasi yang sedang kumakan, akhirnya nafsu makan berkurang, karena tak mau memarahi akhirnya aku pergi meninggalkannya, mencoba untuk bersabar.

Subuh hari, saat saya dan istri saling berbagi ilmu, istri dengan baik memberitahu tentang ilmu parenting, ternyata butuh perhatian, ketulusan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak. banyak diantara orang tua yang malah melarang anak yang sedang aktif itu dengan banyak kata yang membuat dirinya terkekan dan tidak berkembang, "Jangan", "Gak boleh", "Awas" dan segudang kata-kata negatif lainnya. Bahkan tidak jarang kata-kata kasar dan sumpah serapah pun mengalir dari mulut orang tuanya. Misalnya, "Bodoh kamu, anak siapa sih?" (udah tau anak papah mamahnya!)

Nah, ternyata, lanjut istri, anak-anak itu punya perasaan yang sangat peka, bahkan ia lebih suci dibandingkan kita, jadi saat kita marah atau bersikap kasar, ia akan sangat tidak nyaman. Itulah mengapa jangan sering menyalahkan anak, justru orang tua harus mulai sadar, mungkin pola asuh dan cara-cara kita dalam mendidik anak yang harus diperbaiki.
Anak-anak adalah sketsa sederhana tentang ketulusan, kejujuran dan semangat bercita-cita tanpa beban.

Saat anak-anak ditanya tentang cita-citanya, ia bahkan bisa menjawab dengan berbagai hal yang luar biasa, dari mulai ingin jadi pilot, naik ke bulan, jalan-jalan ke planet, dan lain sebagainya. Imajinasinya tidak terbentur oleh realita. Akhirnya kreativitasnya sangat mengesankan. Lihat pelajar atau mahasiswa hari ini yang kebanyakan sudah sulit untuk bercita-cita. Mengapa? bisa jadi karena dari kecil ia sudah terbiasa untuk dilarang, akhirnya saat ia mau bercita-cita lagi, otak bawah sadarnya mengatakan, mana mungkin kamu bisa mewujudkan impian itu, dari kecil saja kamu sudah tak mampu.


Aktifitas anak bukan untuk dilarang, namun diarahkan. Misalnya, saat anak main air, dialihkan "Ayo nak, kita main mobil-mobilan". Lalu lanjutkan dengan penjelasan yang benar dan jelas sesuai dengan bahasanya. Misalnya bukan dengan, "Awas loh, tuh ada ular, nanti dipatuk loh!". Tapi jelaskan, "Nak, kalau main air terus, nanti kedinginan, terus bisa jadi pilek deh, yuk kita main mobil. Nih bagus loh mobilnya". Akhirnya anak paham dan mulai mengerti mana yang baik dilakukan dan mana yang tidak mesti dilakukan.

Anak pun mesti sering diajak bicara dan belajar untuk berani memilih, hal ini baik untuk melatih verbal dan daya nalarnya. Pembiasaan positif seperti solat berjamaah di masjid pun baik dibiasakan semenjak balita, agar masuk ke alam bawah sadarnya sehingga anak mudah diarahkan saat beranjak remaja.

Ada puisi yang saya sukai dari Khalil Gibran tentang anak,

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki ikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

Alhamdulillah, 2 hari yang bermakna, melatih kesabaran, ketulusan dan kasih sayang.
Terimakasih adik dan keponakanku, Adinda dan Hanif.
Sayang Om untuk kalian berdua..
MMuah..

Setia Furqon Kholid

Pengorbanan Sebuah Keniscayaan

"Tiada kemenangan tanpa pengorbanan dan kesabaran".

Kalimat inilah yang masuk dalam memoriku beberapa hari ini. Menyaksikan, mendengarkan dan mengikuti kajian bisnis yang sangat mencerahkan.

Sahabatku,
setiap kemenangan besar hari ini buah dari pengorbanan yang terus menerus dilakukan dalam rentang masa yang cukup panjang.
Nabi Muhammad yang Mulia, saat beliau masih hidup hanya beberapa ribu orang yang memeluk Islam, kini lebih dari 2 Miliyar manusia mengaku seorang Muslim.
Saat Nabi Ibrahim AS membangun ka'bah sesuai perintah TuhanNya ribuan tahun silam, kini kita bisa melihat jutaan orang memadati kota suci Mekkah untuk melakukan ritual Haji setiap tahunnya.
Saat Nabi Muhammad mengatakan bahwa Konstantinopel akan ditaklukan oleh sebaik-baik panglima, dan sebaik-baik prajurit. Maka, barulah 800 tahun setelah kata-kata itu terucap, mimpi kemenangan itupun terwujud dengan izin Allah. Sultan Muhammad Al-Fatih Murad II yang baru berusia 21 tahun menaklukkan Konstantinopel, Negeri yang menjadi simbol kebesaran, kekuatan dan peradaban saat itu.

Merinding saat menyaksikan video bagaimana Sang Panglima Muhammad Al-Fatih mempersiapkan kemenangan.
Bermula dari mata-mata yang menghitung secara detil, berapa tebal benteng pertahanan musuh, berapa besar meriam yang dibutuhkan, kedalaman laut, sampai merancang panah-panah dengan kecepatan 240 km/jam. Sangat mencengangkan..

Sahabatku,
kemenangan sejarah dipergilirkan dan diperebutkan,
dan hanya ia yang mempunyai perencanaan yang sangat matang,
konsistensi kerja yang terukur, dan kesabaran yang dahsyat yang akan memenangkannya.

"Wahai Nabi (Muhammad), Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu irang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti" (Q.S. Al-Anfal : 65)

The Miracle of "Action"

"Assalamualaikum, Mas Furqon, saya Andri dari keperawatan Unair
Saya ucapkan terima kasih bgt buat mas yg sudah memberikan inspirasi buat saya.. 
insyaAllah mulai hari ini saya akan belajar mandiri, dan alhamdulillah hari ini td saya sudah mendapatkan siswa yg akan saya les privat..
Minta doanya ya Mas.. Bismillah saya bisa"

"Assalamualaikum mkasih ka wat motivasi yang kemarin di uniar
sekarang sy dengan teman saya mau jualan acesoris di kampus ma di pasar minggu
mhon doanya dan bimbingannya"
ela_peserta bedah buku kemari di UNAIR

Subhanallah, bahagia sekali membaca 2 dari banyak sms yang masuk mengenai aksi yang dilakukan setelah mengikuti training "Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses". Sahabatku, banyak pertanyaan di seputar training, bagaimana sih biar motivasi saat training gak cepet hilang? saat training sih smangat, 1 bulan kemudian kendor lagi semangatnya.
Atau ada yang sering ikut seminar kewirausahaan, tapi kok nggak berani-berani juga jadi seorang pengusaha walaupun kecil-kecilan?

Alasannya hanya satu, "Kemauan kita untuk MENUNDA lebih kuat dibandingkan kemauan untuk ACTION".
Subuh tadi ditegaskan lagi oleh Ust. Yusuf Mansyur, bayangkan saat adzan berkumandang, panggilan dari Rabb semesta alam yang menguasai semua hajat dan kehidupan kita, masih sempet-sempetnya kita menunda. Masa ada bawahan bilang, "Tunggu dulu" ke majikannya, mana ada Kapolda yang nungguin Kapolres, yang ada sebaliknya. Tapi kenapa giliran sholat, kita melalaikan, bahkan Allah diminta nungguin kita?

Ya, ada kata-kata yang menarik, "Take Action, Miracle Happen". Ingat, Action!
Mas, saya ini ingin jadi mahasiswa sukses, IPK tinggi, mandiri, dan disayangi orang tua!
apa yang dilakukan? Menunda untuk belajar, nggak berani mulai buka usaha, dan membuat orang tua kecewa? Yakin deh susah terwujud. Tapi, sekalinya kita bergerak, seperti dalam bab Hukum Kelembaman di buku "Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses". Awal mendorong kemauan mungkin sulit, tapi saat kita sudah mencoba melakukannya, dan istiqomah untuk melakukannya, akhirnya yang asalnya sulit jadi mudah. boleh catat baik-baik kata-kata ini, "Seringkali ketakutan itu hanya ada dalam pikiran dan sebagian besarnya tak pernah terjadi".

Mau mulai usaha, apa yang mesti dilakukan? Buat bisnis plan yang bagus, oke juga sih tapi kalau itu malah mempersulit kita untuk memulai, lebih baik buat bisnis plan sederhana, lalu segera aksi,baru deh kita tahu mana yang mesti diperbaiki dari bisnis plan kita.

Teringat, saat kemarin mengisi training di UNAIR ada salah seorang peserta yang saya suruh ke depan, ternyata ia kuliah di UNESA, dan untuk bisa masuk kuliah, ia harus mengumpulkan uang selama 2 tahun lamanya sebagai tukang parkir di pinggiran kota. Bahkan sampai sekarang saat ia kuliah di tingkat 2, pekerjaan sebagai tukang parkir pun masih ia geluti. Tau nggak berapa penghasilannya selama 3 jam jadi tukang parkir, Rp.10.000. Subhanallah, walau hanya 10 ribu ia nikmati prosesnya, maka kami semua mendoakan dirinya untuk menjadi menteri perhubungan Indonesia suatu saat kelak. Ketika ditanya, malu nggak? Ia jawab, "nggak, karena saya ingin kuliah, dan ingin membahagiakan orang tua".

Ada kata-kata menarik mengakhiri catatan ini, seorang sahabat, Mas Dayat mengulangi kata-kata dosennya saat kemarin diminta melegkapi training Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses, "Hidup ini hanyalah sepanjang Beta dan Delta, Beta yang berarti Birth, dan Delta yang berarti Death. Dan diantara Beta dan Delta ada C yang berati Choice, Anda bisa memilih mau menjadi apa dan memilih hidup seperti apa?".

Selamat beraksi sahabatku,
biarlah Allah, Rasul dan orang-orang beriman yang akan melihatmu

Selamat Tahun Baru 1433 H.
Semoga umurmu berkah, rizkimu melimpah, dan masa depanmu cerah

Salam Setia!
Setia Furqon Kholid

Jumat, 31 Desember 2010

Sebait Cinta untuk Ummi

Wanita cantik nan cerdas itu ikhlas menikahi ayahku
seikhlas ia melahirkan dan mendidikku sejak kecil
Ya, mungkin orang menganggapnya kampungan
Namun apa yang salah dengan kampungan?
Bukankah orang-orang besar terlahir dari rahim seorang ibu yang dikatakan kampungan itu?

Ibu,
Bersama iringan doanya yang sederhana menjejaki perjalanan hidup kami
Saat anak-anaknyai berada di gerbang keberhasilan,
dengan setianya ia mengantar kami dengan linangan air mata cinta
pengorbanannya, kasih sayangnya, tak dapat kami bayar
walau ratusan tahun hidup di dunia.

Ibu, di usianya yang kini tlah senja
Kau masih saja memikirkan kami
anak-anakmu.

Aku malu,
belum bisa mengukir senyuman tulus darimu
yang mengharapkan kami menjadi anak-anak yang soleh dan berhasil
namun satu harapku ibu
Semoga Allah berikan kesehatan, pahala yang berlimpah dan umur yang berkah untukmu

Ibu,
hari ini kukuatkan bahu,
Kulatih pergelangan tangan dan otot-otot kakiku
agar saat kau kelak membutuhkannya,
bahuku tempat sandaran kepalamu
pergelanagan tanganku, tempat tanganmu merengkuh
kakiku, untuk mewujudkan seluruh keinginanmu.

Ya.. seperti dulu
Saat kumerengek manja kepadamu...
kau hanya tersenyum,dan bersusah payah mewujudkan keinginanku itu

Ibu,
di hari yang penuh keberkahan ini,
izinkan kusenandungkan satu bait lagu khusus untukmu,
sebagai hadiah di hari spesialmu.
"Kasih Ibu, kepada beta
tak terkira sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali

bagai sang surya menyinari dunia"

Selamat hari Ibu,

Buat Ummiku tercinta, dan seluruh Bidadari dunia yang bernama Ibu,Bunda, Mama, Ummi, atau apapun namanya
kutulis catatan ini dengan linangan air mata cinta
Setia Furqon Kholid

Renungan AKhir Tahun

Di batas waktu kita bertafakur
Sudah berapa kali pergantian tahun dalam masa usia kita?
Adakah ia dilewati dengan ketaatan, atau penuh dengan catatan kemaksiatan?
Adakah ia dilewati dengan kesyukuran, atau malah kekufuran?

Banyak orang bereuphoria menyambut tahun baru?
Tidakkah kita menyadari, itu artinya waktu hidup kita semakin berkurang?
Berbanding luruskah pergantian tahun  dengan amal dan taubat kita?
Atau kita malah menjalani tanpa rasa beban sedikitipun
Haram halal dilibas
Benar salah digilas
Yang ada hanya bagaimana menghabiskan waktu demi kepentingan nafsu dan syahwat dunia

Saudaraku,
Rasulullah mengibaratkan bahwa di zaman ini akan ada sebuah penyakit yang mewabah
yang membuat sedikit sekali yang akan masuk syurga
Itulah penyakin Wahn,
Cinta dunia dan takut mati.

kemudahan media membuat kita terlalai
Kesibukan mencari rizki membuat kita menunda sholat
Keinginan mendapatkan bara-barang duniawi membuat kita sulit berinfak dan berzakat
Lalu, mana amal-amal kita?

Sholat, jarang khusyu
Tilawah quran kalau ingat
Silaturrahim hanya saat butuh
Menuntut ilmu tak serius

Mari kita renungkan do'a inii,
"Ya Robb, jadikanlah dunia ada di tangan kami, Sehingga kami yang mengaturnya. Dan jadikan akhirat ada di hati kami, agar kami tak lalai dalam mengingatMu."

Semoga Allah mengampuni segala dosa kita di tahun-tahun lalu,
dan dengan taubatan nasuha kita berharap kebaikan-kebaikanlah yang menggantikan keburukan kita

Mari perbaiki diri, dan berkarya tuk Ilahi
di tahun baru ini, semoga Allah limpahkan rahmat, ampunan dan keberkahan
bagi kita semua.
Amin.

Hamba Allah di bumiNya,

Minggu, 21 November 2010

Belajar dong dari Anak Punk!


Siapa yang mau belajar ama gue? hehe



Sabtu kemarin, 
Menyengajakan diri pergi ke Gramedia pakai motor. Di sepanjang jalan ada hikmah yang menarik dan insyaAllah akan diungkapkan pada kesempatan kali ini. Pemandangan ini mingkin sering Sahabat temukan juga.
Ya, di sepanjang jalan Jatinangor-Cicaheum, terlihat gerombolan-gerombolan pemuda yang mempunyai ciri khas yang sama, yaitu: celana levis ketat, baju kaos atau jaket dengan lambang tertentu, dan yang lebih membuat ciri khasnya terasa adalah potongan rambut yang terlihat seperti landak atau sejenisnya (orang fungky biasa bilang gaya Punk gitu loh!). Beberpa dari mereka yang punya dana lebih, mempercantik asesoris mukanya dengan anting yang sengaja dilekatkan ke telinga, bibir dan hidung (Jadi inget Bollywood ya! Astaghfirullahal 'adziim).

Nah, terlepas dari citra miring masyarakat tentang keberadaan komunitas remaja dan pemuda ini, saya ingin menyorotnya dengan angel  berbeda, yaitu lewat prespektif hikmah. Ya, ngga ada salahnya dong, kita belajar dari Sahabat kita yang satu ini?  Lagu ini bisa jadi hujjahnya, Rocker juga manusia, punya rasa punya hati...." hehe.. yuk.. lanjutin ceritanya.

Nah, gini Sob, hikmah pertama yang mesti kita belajar banyak dari Sahabat Punkers kita ini bahwasannya "ukhuwah" alias persaudaraan mereka kadangkala jauh lebih hebat dibanding kita loh... Nggak percaya? Mereka sih mungkin nggak 'mudeng' dengan istilah ukhuwah, yang mereka tahu adalah solder, eh maaf solider atau lengkapnya solidaritas. Ya, Atas nama solidaritas mereka mampu untuk saling menunggu berjam-jam sahabatnya yang sedang ganti baju (baju komunitas gitu loch!), bukan itu aja, seringkali jika ada salah seorang temennya gak punya uang untuk naik bis menuju ke majlis ta'lim, (eh.. ke acara band maksudnya), mereka semua rela untuk bantu seratus dua ratus perak (kalau dikali seratus orang khan lumayan, jadi Rp.10.000). Yang lebih nekad dan kreatif, memprovokasi yang lain untuk memberhentikan bak terbuka atau truk yang menuju arah tujuan mereka. Atas nama kebersamaan, akhirnya siapa truk yang gak mau berhenti dan menaikkan penumpang seperti mereka (Bukan kasian sih, lebih tepatnya takut karena mereka minta setengah memaksa sambil nyiapin pentungan.. hehe).

Kerennya lagi, kalau ada satu orang dari timnya tersakiti, yang lain ikut merasakan. tak hanya do'a dan air mata yang mereka berikan, bahkan ratusan motor siap membantu sahabatnya yang sedang dizalimi (Keren ya, kalau ratusan motor itu semuanya touring menghidupkan masjid di seluruh pelosok Indonesia atau bantu evakuasi korban Gunung merapi. Judlunya “Punk Peduli Merapi”).

Sekali lagi kita bukan sedang menghakimi, tapi yuk mulai belajar dari Sahabat kita yang satu ini. Jangan-jangan, persaudaraan kita masih kalah dengan mereka yang gak pernah tahu ilmu tentang ukhuwah. Betul, betul, betul??
Kita kan, kadang masih susah senyum ikhlas untuk saudara kita, atau bahkan lebih bisa tersenyum lega jika sahabat kita kalah dalam sebuah pertandingan atau usahanya bangkrut. Na’udzubillahimin dzalik. Eh bener loh, kita kan sering menyaksikan, sama-sama Islam, tapi masih saling gontok-gontokan hanya gara-gara merebut kekuasaan, atau hanya gara-gara hal sepele salah perang antar kampung.

Hikmah kedua, "Bersatu kita teguh, bercerai kita.......". 

Kamis, 04 November 2010

Bisikan Cinta



Suatu saat, 
mungkin kita pernah berharap pada manusia
atau setidaknya menaruh simpati bahkan cinta
Namun, mungkin saja semuanya serasa hancur
saat harapan jauh dari kenyataan
saat cita tak bertemu realita
atau cinta yang berujung derita jiwa

Namun yakinlah, ada Allah yang selalu bersama kita
mengetahui setiap bisikan hati
Luapan emosi, bahkan ungkapan cinta yang tak pernah tersampaikan
Di sudut jiwa, kita belajar menyerahkan semuanya pada Sang Penggenggam cinta sejati
Sang Pemilik hati, yang dapat membolak-balikkan hati
Jangan pernah menyerah, mengeluh atau bahkan mengutuk dengan apa yang terjadi
Karena Allah sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita
hanya kadang kita tergesa-gesa menyingkap rahasia takdir
tak bersabar dengan semua kenyataan yang ada 

Tugas kita hanyalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, serta berdo'a
Selanjutnya, biarlah Allah yang menentukan mana yang terbaik untuk kita
karena Ia yang lebih mengetahui kebutuhan kita 
dibandingkan kita sendiri

Salam SETIA!
SETIA on Action

Persahabatan itu Indah



Dalam berjuang kita butuh sahabat
yang akan menguatkan bahu-bahu kita
menutupi aib-aib kita
dan berjuang dengan ikhlas bersama 

Namun boleh jadi
ditengah perjalanan, seringkali kita dipertemukan dengan masalah
yang  menyapa bahkan mengganggu keharmonisan persahabatan
Tapi yakinlah, bahwa itulah seni persahabatan
dinamika kehidupan yang membuat kita lebih dewasa
lebih bijak menyikapi perbedaan
lebih tegar mengarungi badai kehidupan

Dari sana kita dapat banyak hikmah
bagaimana menjadi sahabat yang saling percaya
saling memahami dan saling berbagi

Layaknya bongkahan emas yang tiada berbentuk, 
Dengan tempaanlah ia semakin indah,
mengkilap dan berharga
itulah perumpaan persahabatan

jika persahabatan yang dibangun
hanya karena Allah
maka pertemuan pun berkah
dan berpisah pun begitu indah
Mengapa?
karena persahabatan kita dilandasi atas dasar cinta pada Allah

Barangsiapa yang saling mencintai karena Allah
maka Allah akan memberikan naungan di padang Mahsyar,
saat tiada lagi naungan selain naungan dariNya 

Sahabatmu,
Setia Furqon Kholid
Salam SETIA!

Pemuda Akhirat itu



Suatu ketika,
ada seorang lelaki muda, enejik, supel dan sangat cerdas. Ia menjadi lulusan terbaik dari sebuah perguruan tinggi ternama di negeri ini. 
Seperti banyak impian pemuda sebayanya, lulus cepat dan diterima di sebuah perusahaan bonafit dengan tawaran gaji yang menggiurkan pun ia dapatkan. Tak ayal banyak teman-temannya yang iri dengan pencapaian-pencapaian yang telah ia lakukan. Namun, amat disayangkan, hanya satu tahun ia bekerja di perusahaan ternama yang sedikit saja orang yang dapat diterima disana. Sang pemuda memutuskan untuk keluar dan menemukan saripati kehidupan. 

lalu, apa yang dilakukannya?
ia berkeliling seorang diri, dari satu kota ke kota lainnya, dari satu kampung ke kampung lainnya. Uniknya, yang ia lakukan adalah membantu siapapun yang dapat dibantu. Menghidupkan masjid yang telah mati, dan mengajari dengan sabar anak-anak kecil yang ingin belajar Quran atau Iqro. Lalu bagaimana dengan segudang prestasinya? Tidakkah amat disayangkan potensinya yang dapat menjadi seorang bisnisman sukses? 

Ternyata inilah jalan hidup yang ia putuskan. Menjadi hamba Allah yang memberikan manfaat bagi banyak orang. 
Walaupun banyak tetangga di sekitar rumah orang tuanya yang menghinda, mencemooh dan menyayangkan keputusannya yang dianggap "bodoh" itu. 

Suatu saat, seorang sahabat dekat menanyakan perihal keputusannya tersebut. Bahkan sahabat itu memberikan alternatif lain untuk berkarya dan bermanfaat dengan cara yang lebih elegan. Namun, ia menolak tawaran itu dengan santun. 

Tahukah Sahabat, setelah diselidiki. 
Ternyata beberapa tahun silam, pemuda berbakat dan berkarakter itu divonis terkena sebuah penyakit dan diprediksikan bahwa hidupnya hanya tinggal hitungan tahun bahkan bulan.

AllahuAkbar!
Sahabat, bagaimana jika hal ini terjadi pada diri kita? 
Saat Allah memberi tahu lewat perantara manusia tentang sisa waktu kita di dunia.
Apa yang akan kita lakukan? Masih adakah impian duniawi itu? Adakah kebanggaan atas titel dan prestasi yang diraih?

Bayangkan jika waktu kita di dunia hanya hitungan hari.
Apa yang pertama kali akan kita lakukan??

Semoga kisah nyata ini dapat menggugah dan menginspirasi kita untuk tidak menunda amal kebaikan. 
Justru karena kematian kita tak pasti, harus lebih berhati-hati dalam melangkah, memperbanyak bekal, dan tak pernah menunda kebaikan.




Sahabat,
sesekali bersafarlah, lakukan perjalanan yang bermuatan hikmah
temukan ada banyak pesan cintaNya yang terkandung dalam rimbunnya pepohonan,
deburan ombak, atau sejuknya udara pegunungan..

Pandang, nikmati dan syukuri ciptaanNya yang begitu indah
Untuk itulah Allah berikan mata yang dapat memandang
telinga yang senantiasa mnnyimak simfoni kehidupan
mulut yang bisa berucap, "Subhanallah.. Alhamdulillah.. AllahuAkbar!"
Lalu, hatilah yang menyempurnakan semuanya dengan kesyukuran dengan pandangan penuh ta'zim atas kemahakuasaanNya
"Fabiayyi aalaa irobbikumaa tukadzibaan"
"Nikmat Allah mana lagi yang akan Kau dustakan"

Sahabat, ada banyak pesan cintaNya yang sering kita lewatkan
tanpa pelajaran yang didapat, tanpa keimanan yang menancap
padahal pada semuanya itu, ada banyak hikmah yang seharusnya mempertebal keimanan
Sungguh mulianya orang yang tergolong Ulil Albab,
dialah yang dapat menangkap pesan cintaNya saat duduk, berdiri, bahkan berbaring
seraya berucap, "Robbana maa kholaqta haadza baatila, subhanaka faqinaa 'adzaabannar".
"Ya Tuhan kami, tiadalah Kau menciptakan semua ini sia-sia, Maha suci Engkau dan lindungi kami dari Adzab Neraka"

Renungan dalam rihlah penuh makna,
Medan, 18 Oktober 2010

Bidadari Terindah


Akulah suami paling bodoh dan tidak berperasaan dalam hidup ini. Kucampakkan bidadari dunia yang begitu sabar melayani, mendoakan, menyokong, hingga melahirkan anak yang awalnya tidak kuharapkan hadir di dunia ini. Tidaaakk....

Ya, semuanya bermula saat ku masih single. Aku adalah orang yang senang berfoya-foya, nongkrong bareng tanpa tujuan dengan para pemuda yang lebih memilih nganggur ketimbang sibuk-sibukan cari kerja. Ya, itulah aku masa lalu, hingga akhirnya aku bertemu dengan seorang bapak yang banyak membantuku, ia berikan banyak kemudahan, dari mulai kesempatan bekerja hingga kebutuhan hidupku. 

Hingga suatu ketika, bapak itu berkata, "Sudah siap nikah belum nak? Bapak punya calon istri yang solehah, cocok untukmu!". Aku hanya terdiam, hanya ekspresi dingin dan tak peduli. Namun saat sang bapak menanyakan lagi di kesempatan kedua, aku malu untuk menolaknya akhirnya kuterima saja tawaran sang bapak tanpa memperdulikan apa resikonya dan siapa sebenarnya calon yang direkomendasikan sang bapak. Pikir simpleku, yang penting bisa membuat sang bapak bahagia, sehingga masih bisa membantuku. Yah, kepada siapa lagi aku meminta bantuan? Ayahku dari sejak SMP sudah wafat, yang menjadi salah satu alasanku memilih menjadi pemuda luntang lantung tak punya pekerjaan ini.

Tak menunggu lama, hari itu juga aku langsung dibawa ke rumah orang tua wanita tersebut. Namun aku sedikit berdalih dengan kesibukanku, akhirnya kami hanya bertukar poto. Ternyata, diputuskan dalam khitbah yang tidak aku hadiri itu bahwa akad nikah dan walimah akan dilaksanakan seminggu lagi. Aku hanya mengiyakan tanpa ada sedikitpun mempertanyakan bagaimana karakter, cantik atau tidak, dan beberapa pertanyaan lain yang biasa ditanyakan lelaki normal yang akan melangsungkan akad nikah. Kalian tahu sendiri kan, aku nikah hanya untuk membahagiakan sang bapak yang sudah banyak berjasa kepadaku. itu saja, tidak lebih!  Masalah calon tak penting bagiku. Kalau Nggak cocok ya tinggal ceraikan saja, seperti acara sinetron di TV.

Singkat cerita, akad nikah dan syukuran kecil-kecilan pun diadakan. Aku baru tahu wajah istriku pada hari akad tersebut, maklum aku sedikitpun malas melihat poto yang disodokan padaku. Maaf, aku sampaikan.. malam pertamapun ku tak berkata apapun kepada istriku. lebih dari seminggu kudiamkan saja istriku, tak sedikitpun aku menyentuhnya. Ku tak mau tahu apa yang sebenarnya ia rasakan. Setiap pagi aku bekerja di sebuah lembaga pendidikan tempat bapak baik itu bekerja, ya, sekedar bantu-bantu. Sedangkan isriku, ia lulusan Akademi Keperawatan dan sudah 2 tahun lamanya bekerja menjadi seorang perawat di sebuah rumah sakit.

Hari ke-8, barulah aku memaksakan diri menggaulinya, seperti kewajiban seorang suami lainnya. Namun, niatku sih hanya iseng aja, entah kenapa ku tak dapat menumbuhkan rasa cintaku padanya, walau ia telah halal 100% untukku. Ia cukup cantik, senyumnya yang indah, dan yang mungkin lebih tampak dari sosoknya adalah ia memakai jilbab yang lebar menutupi lekukan tubuhnya. Malam itu, sebelum kutunaikan tugasku sebagai seorang suami, kuancam dirinya untuk tidak dulu hamil, karena aku tidak mau direpotkan dengan mengurus anak. Kulihat dirinya hanya tertunduk, dan begitu sabar menerimaku apa adanya. 

Beberapa bulan setelah hari itu ternyata ia hamil. Akupun marah, akhirnya aku mulai menjauhinya, kubiarkan ia untuk berjuang sendiri mengandung anak, buah pernikahan kami. Aku, malahan masih senang nongkrong dengan teman-teman yang dari dulu sering bersama. Hingga saat istriku melahirkan, aku tak terlalu memperdulikannya. 

Hingga saat perubahan itu terjadi. Beberapa hari setelah anakku terlahir ke dunia, aku sering mendengar anakku menangis di malam hari. Aku pura-pura tertidur, namun ternyata istriku dengan sabar bangun dan mengganti popoknya yang basah karena pipis. Aku tahu pasti istriku pasti sangat lelah, setiap malam dan siang harus mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada bayi kecil yang lucu itu. Akhirnya di suatu malam, saat istri dan anakku tertidur, malu-malu kutatap wajah mereka berdua. Entah mengapa ada sebuah rasa yang berdesir dalam hatiku, apalah namanya yang membuatku meneteskan air mata malam itu. Dari sana, aku tak bisa tidur lagi. Kurebahkan badanku di sofa depan,dan kumulai menyesali semua perlakuan zalimku kepada istri dan buah hatiku. 

Satu persatu kejadian seakan ditampakkan kembali, bagaimana kejamnya diriku yang membiarkan istriku berjuang mengandung hingga melahirkan buah hatiku tanpa bantuan dari suaminya. Namun ia tetap saja sabar, dan melayaniku dengan baik. Ku tahu juga kebiasaan istriku, jika ia marah atau kesal, ia hanya mengambil air wudhu dan sholat tahajjud sambil berdoa yang diiringi derai air mata. Dan kini, saat anak itu telah terlahir ke dunia. Haruskah aku menambah penderitaanya? Tidaakkk... Aku harus berubah.

Sebelum semuanya terlambat.. Aku harus mulai mengubah perilaku burukku. Aku harus bertanggung jawab. Akan kucoba untuk mulai mencintai dan menyayangi istri dan anakku.

Pagi itu, kucuci bersih pakaian kotor istri dan anakku, kubuatkan sarapan alakadarnya buat istriku. Dan setelah semua pekerjaan rumah selesai. Kucium kening anakku yang lucu itu. Kuarahkan tangan kananku pada istriku, lalu dengan lembutnya ia raih tanganku dan ia cium tanganku dengan begitu hormat. Entah mengapa ku tak kuasa menahan tetesan air mataku. Kuseka air mataku segera dan kuucap salam terindah bagi mereka berdua, bidadari terindah dalam hidupku.  

Adakah Aisyiah abad ini? yang tetap bersabar walalu suami sejahat Fir'aun ?

Untuk semua calon istri dan suami,
Semoga bisa menjadi ibroh berharga bagi kita semua
mari membangun cinta hingga kekal sampai syurga

Inspirasi perjalanan dari Makassar,
Diangkat dari penuturan seorang sahabat