Suatu hari, saya bersama istri menyengajakan diri bersilaturrahim dengan seorang pengusaha properti yang dulunya begitu sukses.
Rumahnya yang cukup mentereng di sebuah komplek perumahan elit di Bandung menandakan bahwa ia bukanlah orang sembarangan. Saat kami berkunjung ke rumahnya, ia sedang mengenakan mukena berwarna putih, sepertinya ia baru selesai shlolat dhuha. Setelah diijinkan masuk dan saling menanyakan kabar, kamipun larut dengan diskusi unik seputar bisnis yang ia dan suaminya jalani selama kurang lebih 3 tahun terakhir.
Dari percakapan dapat diketahui bahwa beliau memulai bisnis properti sebagai developer sejak 3 tahun silam, itupun tidak sengaja. Dulu, ada seorang tetangganya yang butuh tanah di sekitar Buah Batu, kebetulan ada juga salah seorang sahabatnya yang ingin menjual tananhnya di Buah Batu itu. Alhamdulillah, akhirnya terjadilah deal penjualan dan iapun mendapatkan komisi penjualan. Komisi itu ia jadikan modal untuk memulai usaha menjadi seorang developer properti kecil-kecilan.
Sekali lagi, karena kepercayaan orang pada dirinya, akhirnya ia diminta membuatkan sebuah rumah cukup mewah dari mulai awal. Dengan kesuksesan pembuatan rumah itu, entah mengapa banyak orang yang meminta dirinya untuk membuatkan rumah juga. Akhirnya ia mulai membuka lahan baru untuk dijadikan sebuah komplek perumahan sederhana. Hanya dengan promosi sederhana bahkan nyaris nol, lebih dari 60 rumah pun habis terjual dalam hitungan bulan saja, ya seperti kacang goreng. Laris manis. Setelah ia renungkan saat ini mengapa proyeknya begitu sukses, ternyata ia menerapkan prinsip perdagangan islami. Saat pembangunan unit rumah, ia menjelaskan dengan penuh rinci berapa biaya pembuatan, dan berapa yang mau konsumen berikan untuk developer. Semua sesuai kesepakatan dan keikhlasan kedua belah pihak. Akhirnya banyak konsumen yang puas dan secara tidak langsung menjadi marketing gratis usahanya.
Kesuksesan proyek pertama, membuat ia dan suami mencoba untuk membuka lahan baru dengan cara yang sama, namun dengan prinsip yang menurut beberapa sahabatnya lebih profesional. Salah satu yang diterapkan yaitu adanya ketetapan uang pengikat yang hangus jika orang tidak jadi beli unit. Akhirnya, dengan manajemen yang seadanya dan tidak terus diperbaiki juga keberkahan yang semakin berkurang karena banyak konsumen yang mungkin kecewa dengan hangusnya uang pengikat, akhirnya proyek kedua dan ketiga perumahan yang ia kembangkan mengalami ujian yang bertubi-tubi. Dari mulai komplain dari konsumen karena rumahnya belum juga selesai sedangkan uang sudah dilunasi, ditambah lagi orang kepercayaan yang ternyata menyelewengkan dana. Akhirnya sedikit demi sedikit masalah itu kian membesar. Harta yang ia kumpulkan dengan begitu cepat, mobil,rumah dan bahkan banyak perabot rumah tangga satu persatu dijual untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Puncaknya, iapun dilaporkan ke kepolisian atas tindakan penipuan yang dihadapkan padanya. Puluhan karyawan dan konsumen berdemo di depan rumahnya.
"Subhanallah, semua begitu datang bertubi-tubi, justu saat saya ingin mengubah diri dan perusahan dengan lebih baik. Namun saya ikhlas untuk menghadapinya. Bahkan, walau dengan status saya sebagai terdakwa, saya semakin tenang dan dekat dengan Allah. Harta hilang tidak mengapa, namun keoptimisan harus tetap ada" Imbuhnya.
Di akhir perbincangan, sang ibu menegaskan kembali bahwa dalam berbisnis mesti berhati-hati dalam memilih orang kepercayaan, terus belajar memperbaiki sistem manajemen, memulai semuanya dengan cara yang disukai Allah, serta ikhlas menerima segala ujian yang Allah berikan.
Subhanallah, sangat menginspirasi.. Semoga kita dapat menghayati dan merefleksikannya dalam merintis usaha yang akan atau sedang kita jalani.
Salam SETIA!
Setia Furqon Kholid
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Desember 2011
Anda Orang Sukses, Saya saksinya!
Sahabat, kita sering mengeluh dengan kegagalan yang kita alami,
atau seringkali menyesali diri mengapa kesempatan emas kemarin tidak dimanfaatkan dengan baik
Bahkan, banyak yang hidup dalam angan-angan semu tanpa mau berusaha
Akhirnya, tak berani menatap masa depan, menyia-nyiakan hari ini, dan tidak mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi.
Sahabat SETIA,
Kita tak pernah benar-benar tahu tentang masa depan kita,
maka kita tidak bisa dengan mudah mengambil kesimpulan dari setiap kejadian buruk yang menimpa kita
Karena, hakikatnya, tidak ada yang buruk jika kita mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian yang terjadi.
Bukankah di setiap krisis ekonomi, selalu bermunculan pengusaha-pengusaha kreatif baru yang memanfaatkan peluang krisis?
Bukankah dari kegagalan masa lalu lah kita bisa memperbaiki cara-cara kita yang kurang tepat?
dan bukankah, orang-orang besar yang kita kenal hari ini, melakukan kesalahan, kegagalan yang bahkan jauh lebih parah?
Ada seorang pebisnis, yang lebih bersyukur saat ia terpuruk, ada seorang anak nakal yang kemudian berubah menjadi anak soleh saat orang tuanya telah tiada. Ada seorang ayah yang karena PHK, malah jadi lebih kreatif dan menjadi pengusaha sukses.
Syaratnya, tetaplah optimis, yakin bahwa tiada malam yang abadi,
akan ada pagi yang berarti siang akan bertandang
Alih-alih menyalahkan diri atau lingkungan, lEbih baik ambil hikmah dari setiap kegagalan
Pemenang, adalah dia yang mampu mengambil kesempatan dari setiap kesempitan
yang mampu mengambil peluang walau tanpa modal uang
bahkan jika peluang untuk sukses hanya 2 %, ia akan terus berfokus untuk mengambil presentase kecil itu
Dari kegagalan kita belajar hati-hati
dari keberhasilan kita belajar untuk rendah hati
dari keterpurukan kita belajar berdamai dengan diri
dan..
dari kelapangan kita belajar untuk berbagi
Salam SETIA!
Setia Furqon Kholid
atau seringkali menyesali diri mengapa kesempatan emas kemarin tidak dimanfaatkan dengan baik
Bahkan, banyak yang hidup dalam angan-angan semu tanpa mau berusaha
Akhirnya, tak berani menatap masa depan, menyia-nyiakan hari ini, dan tidak mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi.
Sahabat SETIA,
Kita tak pernah benar-benar tahu tentang masa depan kita,
maka kita tidak bisa dengan mudah mengambil kesimpulan dari setiap kejadian buruk yang menimpa kita
Karena, hakikatnya, tidak ada yang buruk jika kita mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian yang terjadi.
Bukankah di setiap krisis ekonomi, selalu bermunculan pengusaha-pengusaha kreatif baru yang memanfaatkan peluang krisis?
Bukankah dari kegagalan masa lalu lah kita bisa memperbaiki cara-cara kita yang kurang tepat?
dan bukankah, orang-orang besar yang kita kenal hari ini, melakukan kesalahan, kegagalan yang bahkan jauh lebih parah?
Ada seorang pebisnis, yang lebih bersyukur saat ia terpuruk, ada seorang anak nakal yang kemudian berubah menjadi anak soleh saat orang tuanya telah tiada. Ada seorang ayah yang karena PHK, malah jadi lebih kreatif dan menjadi pengusaha sukses.
Syaratnya, tetaplah optimis, yakin bahwa tiada malam yang abadi,
akan ada pagi yang berarti siang akan bertandang
Alih-alih menyalahkan diri atau lingkungan, lEbih baik ambil hikmah dari setiap kegagalan
Pemenang, adalah dia yang mampu mengambil kesempatan dari setiap kesempitan
yang mampu mengambil peluang walau tanpa modal uang
bahkan jika peluang untuk sukses hanya 2 %, ia akan terus berfokus untuk mengambil presentase kecil itu
Dari kegagalan kita belajar hati-hati
dari keberhasilan kita belajar untuk rendah hati
dari keterpurukan kita belajar berdamai dengan diri
dan..
dari kelapangan kita belajar untuk berbagi
Salam SETIA!
Setia Furqon Kholid
Label:
Entrepreneur,
Islami,
Motivasi
Putuskan.. Dan Jadilah yang terbaik!
Sahabat Setia, untuk menjadi besar banyak diantara kita yang berpikir untuk melakukan segalanya, mengerjakan semuanya. Namun sadarkah sahabat, bahwa waktu kita di dunia ini sangat terbatas, dan di dalam rentang waktu itu kita dituntut untuk berprestasi dan mengukir makna. Hingga saat kita menghadap Ilahi, banyak orang menangisi kepergian kita, dan kita tersenyum bahagia karena telah memberi banyak kebermanfaatan untuk sesama. Nah, pertanyaannya apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut?
Dari 20 orang terkaya di dunia, ternyata hanya 2 orang yang dianggap konglomerat (punya lebih dari satu usaha). 5 jajaran tertinggi ditempati orang yang fokus pada bisnis yang dirintisnya. Misalnya, Bill Gates, Laksmi Mittal, dan Warren Buffet. Bill Gates yang terkenal dan Mirosoftnya pun tidak tertarik dengan pengembangan desain yang sekarang dikuasai Adobe, Laksmi Mittal dengan perusahaan bajanya, dan Buffet dengan kelihaiannya berpialang saham.
Ternyata di zaman Rasulullah, para sahabatpun hampir semuanya mempunyai keahlian spesifik, hal itulah yang membuat mereka beda dan menjadi yang terbaik di bidangnya. Abdurrahman Bin Auf tidak dikenal sebagai seorang panglima perang, namun sedekahnya yang pernah mencapai Rp.42,9 M sangat mengesankan, Khalid Bin Walid bukanlah seorang negarawan, namun kegagahannya di medan perang sangat diperhitungkan. Dialah satu-satunya panglima yang selama mendapatkan amanah tidak pernah mengalami kekalahan.
Lalu, bagaimana dengan pendapat, "Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang?" Ternyata, pernyataan ini cocok untuk paradigma investasi. Misalnya, saat kita mau menginvestasikan harta kita ke dalam properti (rumah, kost-kostan, apartemen, dll) jangan lupa bahwa properti pun ada trennya. Bahkan pernah di Jepang nilai properti turun hingga puluhan persen dalam jangka waktu 10 tahun. Saat tahun ini orang sedang mengandrungi investasi logam mulia, bisa jadi dengan perkembangan ekonomi dunia, membuat harga emas turun dalam jangka waktu tertentu .Nah, disinilah kejelian para investor untuk tidak memfokuskan investasi hanya pada satu tempat saja.
Jadi, yuk kita mulai renungkan dan putuskan, apa yang akan kita lakukan di di dunia yang sangat singkat ini, lalu fokuslah untuk menjadi yang terbaik dan bermanfaat dengan pilihan hidup kita. Mulailah merancang pencapaian-pencapaian yang membuat duniapun tersenyum.
Jika kau bertekad jadi pemimpin, bertekadlah menjadi pemimpin adil nan penuh kasih sayang
Jika kau bertekad jadi pengusaha, bertekadlah menjadi pengusaha nan jujur dan setia pada kebermanfaatan
jika kau bertekad jadi ilmuwan, bertekadlah menjadi ilmuwan yang rendah hati dan setia pada kebenaran
Apapun profesimu, manapun jalan hidup yang kau pilih. FOKUS dan TEBARLAH KEMANFAATAN.
Khoirunnas anfa'uhum linnas..
Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama
Dari 20 orang terkaya di dunia, ternyata hanya 2 orang yang dianggap konglomerat (punya lebih dari satu usaha). 5 jajaran tertinggi ditempati orang yang fokus pada bisnis yang dirintisnya. Misalnya, Bill Gates, Laksmi Mittal, dan Warren Buffet. Bill Gates yang terkenal dan Mirosoftnya pun tidak tertarik dengan pengembangan desain yang sekarang dikuasai Adobe, Laksmi Mittal dengan perusahaan bajanya, dan Buffet dengan kelihaiannya berpialang saham.
Ternyata di zaman Rasulullah, para sahabatpun hampir semuanya mempunyai keahlian spesifik, hal itulah yang membuat mereka beda dan menjadi yang terbaik di bidangnya. Abdurrahman Bin Auf tidak dikenal sebagai seorang panglima perang, namun sedekahnya yang pernah mencapai Rp.42,9 M sangat mengesankan, Khalid Bin Walid bukanlah seorang negarawan, namun kegagahannya di medan perang sangat diperhitungkan. Dialah satu-satunya panglima yang selama mendapatkan amanah tidak pernah mengalami kekalahan.
Lalu, bagaimana dengan pendapat, "Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang?" Ternyata, pernyataan ini cocok untuk paradigma investasi. Misalnya, saat kita mau menginvestasikan harta kita ke dalam properti (rumah, kost-kostan, apartemen, dll) jangan lupa bahwa properti pun ada trennya. Bahkan pernah di Jepang nilai properti turun hingga puluhan persen dalam jangka waktu 10 tahun. Saat tahun ini orang sedang mengandrungi investasi logam mulia, bisa jadi dengan perkembangan ekonomi dunia, membuat harga emas turun dalam jangka waktu tertentu .Nah, disinilah kejelian para investor untuk tidak memfokuskan investasi hanya pada satu tempat saja.
Jadi, yuk kita mulai renungkan dan putuskan, apa yang akan kita lakukan di di dunia yang sangat singkat ini, lalu fokuslah untuk menjadi yang terbaik dan bermanfaat dengan pilihan hidup kita. Mulailah merancang pencapaian-pencapaian yang membuat duniapun tersenyum.
Jika kau bertekad jadi pemimpin, bertekadlah menjadi pemimpin adil nan penuh kasih sayang
Jika kau bertekad jadi pengusaha, bertekadlah menjadi pengusaha nan jujur dan setia pada kebermanfaatan
jika kau bertekad jadi ilmuwan, bertekadlah menjadi ilmuwan yang rendah hati dan setia pada kebenaran
Apapun profesimu, manapun jalan hidup yang kau pilih. FOKUS dan TEBARLAH KEMANFAATAN.
Khoirunnas anfa'uhum linnas..
Sebaik-baik manusia, adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesama
Jumat, 03 September 2010
Mozaik Cinta Sang Pengembara (Part 1)
Seorang lelaki tampan, mapan dan beriman, duduk di beranda rumahnya.
Merenungi perjalanan hidupnya, juga memikirkan dengan matang target-target hidup yang ingin ia raih.
Ya, apalagi yang kurang, semua keinginan seorang pemuda sebaya dirinya sudah dimiliki, dari mulai rumah, mobil, tabungan yang banyak, relasi bisnis juga usaha yang berjalan dengan baik. Namun semuanya yang kini ia dapat, serasa ada yang kurang. Ya, kini ia membutuhkan seorang pendamping hidup, yang akan meneguhkan perjuangannya, menggenapkan setengah Dinnya. Yang akan melahirkan keturunan yang akan menjadi penyejuk hatinya. Ia pun sudah bosan dengan kata teman-temannya yang seringkali menyindirnya, "Nunggu apalagi atuh kang, buruan nikah!!".
Bukan ia tak mau, namun ia sedang mempersiapkan semuanya, dari mulai niat, ilmu, dan yang terpenting kesiapan mentalnya. Ia pun bertekad, jika dalam perjalanan hidup selanjutnya ia bertemu dengan seorang wanita yang baik akhlaknya, kuat keimanannya ia tidak akan berlama-lama lagi untuk menghadap orang tuanya.
Persiapan niatpun ia lakukan,
sungguh ia tak mau jika ia menikah hanya karena memperturutkan nafsu
ia paham bahwa pernikahan adalah sebuah ikatan yang sangat kokoh
ia tak mau seperti artis-artis itu, yang menikah lalu cerai hanya hitungan bulan, bahkan minggu.
ia ingin mencintai wanita yang kelak menjadi pendamping hidupnya itu dengan seutuhnya,
Kelebihannya ia syukuri, kekurangannya ia perbaiki
"Merenda cinta hingga ke syurga" Itu motto pernikahannya.
Ia pun bertekad mencari pendamping yang tidak terpesona dengan harta yang ia miliki
tidak pula dari popularitas atau titel duniawinya, karena semuanya itu fana dan mudah hilang
ia ingin bertemu dengan pendamping yang siap menerimanya apa adanya, bukan adanya apa?
yang tidak silau dengan gemerlap duniawi, yang siap berjuang dengannya
Mengarungi bahtera kehidupan yang penuh ujian dan cobaan
Ya, wanita yang dapat menutupi kekurangan dirinya,
menyemangatinya saat lelah dalam berjuang
mendidik anak-anaknya dengan penuh ketulusan
dan ikhlas dengan apa yang didapat
juga siap ditinggal untuk berjuang
Ia pun sadar, tidak mudah mencari wanita seperti ini,
untuk itulah persiapan dan perbaikan diri mesti dilakukan
Biarlah Allah yang akan mempertemukan di waktu yang paling tepat
di tempat terindah dalam kesucian cinta
saat niat sudah lurus, ikhtiar sungguh-sungguh dilakukan
ia sangat yakin. Allah akan mudahkan dirinya bertemu dengan jodoh yang terbaik
to be continued...
Episode selanjutnya :
"Berat.. berat sekali ujian ini", ujar pemuda itu dalam hati.
Betapa tidak, beberapa bulan yang lalu ia menerima sms yang berisi pernyataan seorang wanita yang ingin
menjadi istrinya, seminggu yang lalu temannya merekomendasikan seorang wanita dengan maksud yang sama,
bahkan saat ia berangkat ke luar kota, ada seorang wanita yang memberikan sepucuk surat cinta, yang lagi-lagi berujung pada satu kata
MENJADI ISTRINYA.....
Label:
Cinta itu Indah,
Entrepreneur,
Islami,
Motivasi
Kamis, 07 Januari 2010
Mana yang lebih kaya, Bill Gates VS Bala-bala Gates ?
Pernahkah kita melihat beberapa pemuda yang menginspirasi diri kita. Di usianya yang masih relatif dini, omsetnya sudah puluhan, ratusan juta bahkan triliunan rupiah. Sebut saja Elang Gumilang yang masih berumur 24 tahun merintis bisnis propertinya dengan membuka perumahan yang ia niatkan untuk membantu masyarakat yang ingin mempunyai rumah namun tidak mempunyai dana yang cukup.
Teringat dengan kisah-kisah fenomenal para sahabat nabi yang di usia yang relatif masih muda sudah menjadi miliarder bahkan triliuner. Abdurrahman bin Auf yang dalam sebuah riwayat, sekalinya ia berinfak lebih dari 42,9 Miliyar rupiah. Ustman bin Affan yang pemalu itu, malu melihat kaum muslimin yang saat itu dilanda musim paceklik, maka 1000 unta diberikan Cuma-Cuma kepada mereka semua. Bukannya untuk pamer atau mau launching buku, jadi Ustman membagikan gratis dengan berharap media Mekkah dan Madinnah meliputnya (Oh ya, dulu belum ada radio, apalagi televisi ya!!). Ia hanya mengharapkan keridhoan dari Allah. Maka, kita tidak pernah mendapat riwayat Abdurrahman atau Ustman Bin Affan, Entrepeneur sukses yang dermawan itu kelaparan. Justru mereka hidup abadi dalam setiap jiwa yang merindukan munculnya sosok-sosok mulia.
Kegigihan Tiga Anak Penjual Cireng
Pukul 17.30 terpampang jelas di Handphoneku.
Saat kami bereempat memutuskan untuk makan bakso di sebelah toko. Saat kami lahap menyantap satu persatu makanan itu, datanglah tiga anak usia SD menghampiri kami. Mereka bertiga masing-masing memikul sebuah gendongan seperti tukang sayur yang biasa menjajakkan makanan kepada ibu-ibu di pagi hari. Namun ada yang berbeda dengan apa yang mereka jual kali ini, mereka jual cireng bungkusan, kripik singkong, dan beberapa makanan yang lain.
Randy, sahabat saya terlebih dahulu menawari mereka makan bakso gratis, benar saja, mereka belum makan dari siang tadi. Sambil menunggu bakso yang sedang dibuat, saya pun bertanya kepada mereka nama, asal mereka dan mengapa ada disini dengan berjualan ?
Saat kami bereempat memutuskan untuk makan bakso di sebelah toko. Saat kami lahap menyantap satu persatu makanan itu, datanglah tiga anak usia SD menghampiri kami. Mereka bertiga masing-masing memikul sebuah gendongan seperti tukang sayur yang biasa menjajakkan makanan kepada ibu-ibu di pagi hari. Namun ada yang berbeda dengan apa yang mereka jual kali ini, mereka jual cireng bungkusan, kripik singkong, dan beberapa makanan yang lain.
Randy, sahabat saya terlebih dahulu menawari mereka makan bakso gratis, benar saja, mereka belum makan dari siang tadi. Sambil menunggu bakso yang sedang dibuat, saya pun bertanya kepada mereka nama, asal mereka dan mengapa ada disini dengan berjualan ?
Jadi MUSLIM Musti kaya...
Bertemu dengan guru kehidupan. Setelah hampir lebih dari 5 tahun ga bertemu. Berkah silaturahim itu didapatlah ilmu yang berharga tentang menjemput rizki.
Beliau bertutur, sebenarnya ada 3 tipe rizki yang telah Allah sediakan bagi kita. Yaitu :
1. Rizki yang dijamin. Misalnya ada orang miskin yang udah berusaha namun tetap tdak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya untuk makan. Nah, disini keadilan Allah lah yang menggerakkan sesorang atau membat suatu kondisi dimana makhluk ini dapat makan, tidak kelaparan (khan, kalau dia sudah ga makan terus wafat, berarti segitulah waktu hidupnya)
Beliau bertutur, sebenarnya ada 3 tipe rizki yang telah Allah sediakan bagi kita. Yaitu :
1. Rizki yang dijamin. Misalnya ada orang miskin yang udah berusaha namun tetap tdak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya untuk makan. Nah, disini keadilan Allah lah yang menggerakkan sesorang atau membat suatu kondisi dimana makhluk ini dapat makan, tidak kelaparan (khan, kalau dia sudah ga makan terus wafat, berarti segitulah waktu hidupnya)
Langganan:
Postingan (Atom)