Kamis, 07 Januari 2010

Jadi MUSLIM Musti kaya...


Bertemu dengan guru kehidupan. Setelah hampir lebih dari 5 tahun ga bertemu. Berkah silaturahim itu didapatlah ilmu yang berharga tentang menjemput rizki.

Beliau bertutur, sebenarnya ada 3 tipe rizki yang telah Allah sediakan bagi kita. Yaitu :

1. Rizki yang dijamin. Misalnya ada orang miskin yang udah berusaha namun tetap tdak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya untuk makan. Nah, disini keadilan Allah lah yang menggerakkan sesorang atau membat suatu kondisi dimana makhluk ini dapat makan, tidak kelaparan (khan, kalau dia sudah ga makan terus wafat, berarti segitulah waktu hidupnya)


2. Rizki yang ditangguhkan. Rizki ini bisa didapat dengan kerja keras dan kerja cerdas. Efek dari derajat ilmu yang dimiliki sesorang. Misalnya aja seorang dokter tentu beda rizkinya dengan seorang buruh tani. Mengapa ? Karena ingat janji Allah, bahwa Allah akan meningkatkan derajat orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Hal inilah juga yang menjadi konsekuensi dari pilihan hidup sesorang. Sekalinya sang dokter memeberi resep, boleh jadi 200.000 rupiah didapatkan. Sebaliknya, boleh jadi Rp 200.000 adalah gaji 2 minggu seorang kuli bangunan dengan waktu kerja 8 jam setiap hari. Disinilah ilmu mendapatkan keutamaanya

3. Rizki yang dijanjikan. Bisa liat deh, ayat-ayat dan hadist yang menjamin bahwa jika kita gemar bershodaqoh Allah akan melipatgandakan rizki kita, atau memberkahi umur kita. Belum lagi janji bagi orang yang banyak beristghfar, Allah akan berikan rizki dari arah yang tidak diduga-duga. Wuihh, keren banget khan ? Dan masih banyak lagi

Nah, selanjutnya beliau bertutur, bahwa seorang Ustadz pernah berkata, mengapa para sahabat di zaman Rasulullah begitu kaya. Karena mereka membuka semua keran rizki yang Allah berikan. Yaitu mereka semua mempunyai gaji harian, bulanan juga tahunan. (Dahsyatt!!! Makin mantep aja nih ...)


So, wajar kalau sekalinya Abdurrahman bin Auf, sahabat yang menguasai 2/3 uang yang beredar di Mekkah itu pernah menyedekahkan kurang lebih Rp 49,5 M dalam satu waktu. Belum lagi Ustman, yang saking malu kepada Allah, di saat musim paceklik, menyedekahkan 1000 unta plus barang yang dibawanya untuk Islam. (Ada ga ya, pejabat kite yang seperti itu ?)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar